Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir secara tegas mengajak seluruh generasi muda untuk membangun kultur patriotik, gigih, serta memiliki empati tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompetitif. Seruan tersebut disampaikan langsung di hadapan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Senin.
Dalam arahannya, ia mengingatkan agar para pemuda tidak mudah terjebak dalam sikap pesimistis dalam melihat masa depan bangsa hanya karena dihadapkan pada keterbatasan sesaat. Menurutnya, pemuda harus mampu mengadopsi mentalitas pejuang yang tangguh dan tidak kenal lelah, merujuk pada etos kerja keras yang selama ini diperlihatkan oleh para atlet profesional di berbagai ajang multievent internasional.
Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana perjalanan Timnas Indonesia di kancah sepak bola internasional sering kali berada dalam posisi tidak diunggulkan secara di atas kertas. Namun, berkat kedisiplinan tingkat tinggi serta semangat pantang menyerah hingga peluit panjang berbunyi, skuad Garuda kerap kali mampu membuktikan kapasitasnya dan memberikan hasil yang membanggakan bagi tanah air.
Nilai-nilai ketangguhan serta pengorbanan di lapangan hijau tersebut dinilai sangat krusial untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama guna menghadapi dinamika global serta ketatnya persaingan ketenagakerjaan di masa depan. Ia menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan seorang pemimpin masa depan terletak pada kolaborasi yang erat, keterbukaan pikiran, serta keberanian untuk terus bangkit dan belajar dari setiap kegagalan yang pernah dialami.
Melalui momentum pembinaan kepemudaan ini, pemerintah berharap karakter kuat ala atlet Sepak Bola Indonesia dapat mengakar kuat dalam diri generasi penerus bangsa. Dengan demikian, mentalitas instan atau mudah menyerah dapat dikikis habis demi mencetak sumber daya manusia yang siap membawa kejayaan bangsa di panggung dunia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang