Mantan pelatih kepala Manchester United, Erik ten Hag, akhirnya buka suara soal derasnya kritik yang kerap dilayangkan oleh para mantan pemain Setan Merah terhadap klub. Dalam wawancara terbarunya, pelatih asal Belanda itu menyoroti bagaimana komentar pedas dari para legenda kerap memengaruhi mentalitas para pemain di ruang ganti yang sedang berjuang menemukan konsistensi performa.

Dilansir dari ESPN FC, Ten Hag menyebutkan bahwa para pandit ternama seperti Roy Keane hingga Gary Neville sering kali tidak sepenuhnya memahami dinamika internal yang sedang terjadi di dalam tim. Menurutnya, sepak bola terus berevolusi seiring berjalannya waktu, sementara para mantan bintang tersebut cenderung bersikap defensif demi melindungi warisan sejarah besar yang pernah mereka ukir bersama Sir Alex Ferguson di masa lampau.

Tekanan di Old Trafford memang tidak pernah surut, terutama di bawah kepemimpinan pelatih Michael Carrick musim ini di ajang Premier League. Setan Merah tercatat hanya mampu mengamankan dua kemenangan dari 10 pertandingan pembuka di semua kompetisi, sebuah catatan minor yang langsung memancing kemarahan para pengamat sekaligus legenda klub di berbagai siniar televisi maupun siniar digital.

Meski mengakui bahwa sebagian pemain merasa terganggu dan jengkel dengan komentar-komentar tajam tersebut, Ten Hag menegaskan bahwa dirinya secara pribadi memiliki hubungan yang cukup baik dengan para pandit. Ia bahkan sempat melakukan wawancara eksklusif yang menyenangkan bersama beberapa figur penting yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap skuad asuhannya dulu.

Lebih lanjut, Ten Hag berharap para legenda klub tidak hanya sekadar melontarkan kritik demi konten atau pandangan publik semata, melainkan bisa memberikan dukungan nyata yang lebih konstruktif bagi perkembangan skuad. Pada akhirnya, kecintaan mendalam terhadap klub sering kali berwujud sebagai kritikan paling keras ketika tim kesayangan gagal memenuhi ekspektasi di atas lapangan hijau.