Konflik panas antara Erik ten Hag dan megabintang asal Portugal akhirnya kembali mencuat ke permukaan setelah sang juru taktik membuka suara. Periode kedua kepulangan sang penyerang ke Old Trafford ternyata menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad Setan Merah, terutama terkait etos kerja dan komitmen di atas lapangan hijau yang dinilai jauh dari standar profesionalisme klub.
Dalam wawancara eksklusif bersama The Athletic, Ten Hag blak-blakan menyebut bahwa sang penyerang veteran mengecewakan rekan-rekan setimnya maupun staf pelatih. Padahal, sebelum resmi menukangi Manchester United, pelatih asal Belanda itu sempat terbang langsung ke Portugal demi menyamakan visi dan merancang rencana besar bersama sang pemain andalan.
Masalah utama yang disoroti oleh sang manajer adalah minimnya kontribusi fisik, termasuk keengganan sang pemain untuk berlari mengejar bola dalam situasi menguasai maupun kehilangan penguasaan. Situasi makin pelik ketika sesi latihan berlangsung, di mana sang bintang justru meminta rekan-rekannya untuk menghemat tenaga alih-alih menggenjot performa fisik demi mencapai level kebugaran kompetitif yang ideal.
Meski mengakui status sang penyerang sebagai salah satu talenta terbaik sepanjang masa dalam sejarah sepak bola, Ten Hag menegaskan bahwa dirinya harus mengambil keputusan rasional demi kepentingan kolektif tim. Kegagalan mempersiapkan diri dengan baik membuat sang pemain sulit beradaptasi dengan tuntutan taktik modern yang mengandalkan intensitas tinggi di setiap lini.
Konflik internal yang tak berkesudahan ini pada akhirnya mencapai titik didih dan memaksa manajemen klub untuk melepas sang legenda pada penghujung tahun 2022. Keputusan tegas tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Al Nassr yang kemudian resmi menjadi pelabuhan berikutnya bagi peraih Ballon d'Or lima kali tersebut di tanah Arab Saudi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang