Dominasi klub-klub Brasil di kancah sepak bola Amerika Selatan sungguh luar biasa, dengan menguasai tujuh gelar terakhir Copa Libertadores secara beruntun. Menyongsong babak semifinal tahun ini, ancaman gelar kedelapan bagi Brasil tampak di depan mata karena ada kepastian satu tempat final diisi wakil mereka. Duel sengit antara dua raksasa sesama asal Brasil, Palmeiras dan Fluminense, akan memperebutkan tiket ke partai puncak di Montevideo pada 28 November mendatang.

Skenario ideal bagi publik Brasil adalah terciptanya ulangan final tahun lalu atau duel derby Rio de Janeiro yang panas antara Fluminense melawan Flamengo. Namun, rencana pesta besar Brasil tersebut bisa saja berantakan di tangan satu tim kuda hitam asal Argentina. Di babak semifinal, Flamengo harus terlebih dahulu melewati adangan klub sarat tradisi asal La Plata yang siap memberikan perlawanan sengit demi menjaga kehormatan sepak bola Argentina.

Menariknya, raksasa tradisional Buenos Aires seperti River Plate dan Boca Juniors justru tengah berada dalam masa penurunan performa dan gagal melaju jauh di kompetisi utama musim ini. Kondisi tersebut meninggalkan beban berat di pundak Estudiantes de La Plata untuk sendirian menantang dominasi finansial dan kedalaman skuad klub-klub Brasil. Meski secara materi keuangan tertinggal jauh, klub berjuluk Los Pincharratas ini punya sejarah emas dengan koleksi tiga trofi juara yang diraih secara beruntun pada periode 1968 hingga 1970 silam.

Dilansir dari ESPN FC, rekam jejak pertemuan musim ini menunjukkan bahwa Estudiantes sama sekali tidak gentar menghadapi kekuatan besar Flamengo. Pada fase grup, skuad asuhan mereka mampu menahan imbang Flamengo di La Plata sebelum hanya kalah tipis lewat satu gol di Rio de Janeiro. Pertemuan musim lalu di babak perempat final bahkan harus ditentukan lewat drama adu penalti yang membuktikan betapa alotnya perlawanan wakil Argentina tersebut di lapangan.

Ketangguhan mental Estudiantes juga terlihat sepanjang perjalanan mereka menuju semifinal tahun ini yang diwarnai perjuangan dramatis hingga menit-menit akhir pertandingan. Ketajaman penyerang berpengalaman Guido Carrillo serta kreativitas gelandang serang Joaquin Correa bakal menjadi senjata utama untuk membongkar lini pertahanan Flamengo. Dukungan pengalaman dari pemain veteran seperti Marcos Rojo dan sang kapten José Sosa juga memperkuat determinasi tim untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola Amerika Selatan.