Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah atau Porprov Jateng 2026 akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang melibatkan puluhan atlet harus dilarikan ke fasilitas medis. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, tercatat ada 157 kasus masalah kesehatan yang menimpa para atlet dari berbagai cabang olahraga selama gelaran multievent tersebut berlangsung.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan merinci bahwa dari total kasus tersebut, sebanyak 121 atlet hanya memerlukan rawat jalan di pos kesehatan, 14 atlet dalam proses observasi, dan 22 atlet terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. Berbagai macam cedera berat ditemukan di lapangan, mulai dari patah tulang hidung hingga pendarahan di area wajah yang dialami oleh atlet di Kota Salatiga akibat persaingan ketat di arena pertandingan.

Selain cedera langsung dari arena laga, insiden tak terduga juga dialami oleh seorang atlet dari cabang olahraga catur yang mengalami luka robek di bagian kepala. Zuhdan menegaskan bahwa cedera kepala tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh pertandingan catur itu sendiri, melainkan murni kecelakaan akibat atlet yang bersangkutan terjatuh saat sedang beraktivitas di dalam area toilet.

Menanggapi rentetan insiden medis tersebut, Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan menggelar evaluasi total. Rapat evaluasi menyeluruh yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, tim delegasi, serta seluruh ketua pengurus provinsi cabang olahraga telah dilangsungkan untuk menguliti akar permasalahan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut dari evaluasi di bawah koordinasi KONI Jateng, panitia penyelenggara berkomitmen untuk meningkatkan standar operasional prosedur atau SOP yang berfokus pada keselamatan atlet. Langkah konkret yang akan segera direalisasikan meliputi penambahan armada ambulans serta penebalan personel tenaga medis dan dokter di setiap titik lokasi pertandingan.