Gagal total di ajang KOVO Cup sempat membuat publik terkejut, namun Hyundai Hillstate tetap dipandang sebagai salah satu kekuatan mengerikan di Liga Voli Korea. Rapor merah tanpa satu kemenangan pun di fase grup memang menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Kang Sung Hyun. Kendati demikian, proses adaptasi skuad yang mengalami perombakan besar-besaran masih membutuhkan waktu untuk mencapai titik terbaiknya di atas lapangan.
Sorotan utama tentu mengarah kepada pebulu tangkis... ralat, pevoli kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, yang musim ini resmi mengenakan seragam kebesaran Hillstate. Setelah tampil impresif bersama Red Sparks, Megawati langsung dibebani ekspektasi tinggi untuk memimpin lini serang bersama outside hitter asal Amerika Serikat, Jordan Wilson. Statistik awal menunjukkan grafik meningkat dari sang opposite hitter, di mana ia sukses membukukan 14 poin saat melawan Hi Pass dan meningkat menjadi 15 poin dengan efektivitas serangan mencapai 50 persen ketika menghadapi GS Caltex.
Kendati ketajaman Megawati mulai terlihat, tantangan terbesar Hillstate justru terletak pada chemistry dengan sang setter utama, Kim Da In. Kurangnya porsi latihan bersama akibat agenda tim nasional membuat kombinasi umpan di depan net masih belum padu sepenuhnya. Situasi ini diperparah dengan lubang besar di area middle blocker menyusul kepergian Lee Da Hyeon dan pensiunnya legenda hidup Yang Hyo Jin, menyisakan Kim Hee Jin sebagai satu-satunya pilar senior di zona pertahanan depan.
Pelatih Kang Sung Hyun kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang sangat masif sebelum kompetisi resmi Liga Voli Korea bergulir pada akhir Oktober mendatang. Waktu tersisa harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membenahi transisi permainan serta mematangkan skema serangan kombinasi. Jika puzzle taktik ini berhasil disatukan, ancaman nyata dari Megawati dan kolega diyakini bakal kembali membakar persaingan papan atas musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang