Cesc Fabregas kembali ke Emirates Stadium, tapi kali ini bukan sebagai gelandang Arsenal. Ia datang sebagai pelatih Como, tim yang kini ia besut. Dalam laga uji coba pramusim yang digelar Jumat malam WIB, Como secara mengejutkan menaklukkan tuan rumah Arsenal dengan skor 2-0.

Laga yang berlangsung di depan 65.000 penonton ini menjadi momen emosional bagi Cesc Fabregas yang pernah menjadi ikon di klub asal London Utara tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah pusat perhatian. "Ini luar biasa. Ini kesempatan bagus untuk kami. Saya orang yang paling tidak penting di sini. Senang bisa kembali ke tempat yang dulu membuatku sangat bahagia, tapi saya lebih tertarik melihat bagaimana anak-anak bermain di depan 65.000 orang dan bagaimana kami menghadapi atmosfer seperti ini. Saya ingin melihat kami tetap bermain seperti diri kami sendiri, dengan karakter, dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Fabregas kepada Sportitalia.

Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Como yang musim depan akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sebelumnya, Como hanya menjadi tim medioker di Italia. Namun, di bawah asuhan Fabregas, mereka mengalami kebangkitan luar biasa. Dua tahun lalu masih di Serie B, kini mereka bersiap tampil di kompetisi elite Eropa.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa laga melawan Arsenal dan nanti Liverpool adalah bagian dari proses pembelajaran bagi skuad mudanya. "Kami adalah skuad yang sangat muda, banyak pemain berusia 19 atau 20 tahun di tim ini. Hal terpenting di usia ini adalah merasakan pertandingan seperti ini," tambahnya. "Kami tahu kami punya kualitas dan teknik, tapi semakin banyak pertandingan level ini, itu akan membuat mereka berkembang. Bukan hanya soal kualitas, tapi juga atmosfer dan gairah. Kadang orang lupa bahwa itu juga penting."

Perjalanan Como memang fenomenal. Mereka baru promosi ke Serie A musim lalu, namun langsung tampil impresif dengan finis di posisi keempat klasemen, menggeser tim-tim besar seperti AC Milan dan Juventus. Mereka juga mencapai semifinal Coppa Italia. Investasi besar dari keluarga Suwarso, pemilik klub asal Indonesia, menjadi salah satu kunci sukses mereka.

Hasil ini tentu menjadi sinyal positif bagi Como menjelang musim baru. Mereka akan menghadapi tantangan besar di Liga Champions, tapi dengan skuad muda berbakat dan arahan Fabregas, bukan tidak mungkin mereka bisa berbicara banyak. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi evaluasi penting di pramusim. Manajer Mikel Arteta masih terus meramu komposisi tim terbaiknya.