Jadwal padat yang menghimpit kompetisi memaksa pelatih Cesc Fabregas harus memutar otak demi menjaga kebugaran armadanya. Di tengah tren positif yang sedang dinikmati oleh Como, sang juru taktik secara terbuka mengakui bahwa tidak semua pemainnya bisa menerima keputusan rotasi dengan lapang dada. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi ruang ganti tim yang tengah berjuang mempertahankan konsistensi performa di papan atas.
Badai jadwal pertandingan yang datang silih berganti membuat rotasi pemain menjadi sebuah kewajiban mutlak. Como baru saja melewati rangkaian hasil manis, termasuk kemenangan impresif atas Fiorentina dan Sassuolo, serta ujian berat di kancah Eropa. Fabregas menegaskan bahwa kunci utamanya adalah membuat setiap pemain merasa penting, meski ia tidak menampik ada sebagian anggota skuad yang kesulitan menerima kenyataan ketika harus duduk di bangku cadangan.
Dilansir dari Football Italia, mantan gelandang timnas Spanyol itu menyebutkan bahwa tantangan terbesar para pemain adalah memahami bahwa mereka tidak bisa terus bermain hanya berjarak 66 jam dari laga sebelumnya. Perlahan tapi pasti, para penggawa Como mulai menyadari realitas sepak bola modern tersebut. Fabregas menerapkan sistem meritokrasi yang adil di dalam tim, di mana siapa pun yang menunjukkan etos kerja terbaik di tempat latihan, dialah yang berhak turun ke lapangan hijau.
Salah satu contoh nyata dari penerapan sistem meritokrasi ini dapat dilihat dari perjalanan Maxence Caqueret yang kini menjadi pilihan utama. Sempat dicoret dari daftar skuad UEFA di awal musim, sang pemain menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi tanpa banyak mengeluh. Kerja kerasnya terbayar lunas setelah dipercaya tampil dalam tiga pertandingan terakhir secara beruntun, membuktikan bahwa dedikasi di tempat latihan adalah segalanya bagi sang pelatih.
Kini, ujian berikutnya sudah menanti di depan mata saat Como harus bertamu ke markas Torino yang sedang dalam tren impresif di bawah asuhan Ignazio Abate. Fabregas tentu harus cermat meramu strategi dan memotivasi para pemain lapis kedua yang mungkin masih belum sepenuhnya ikhlas dirotasi. Ketegasan sang pelatih dalam mengelola ego di ruang ganti akan diuji secara langsung dalam laga tandang yang diprediksi bakal berjalan sengit dan menguras tenaga.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang