Dua andalan padel putri Timnas Indonesia, Fadona Titalyana Kusumawati dan Fitriani Sabatini, memasang target tinggi namun tetap realistis jelang kualifikasi Piala Dunia Padel 2026. Ajang bergengsi yang bakal berlangsung di Kuwait pada 26-30 Oktober mendatang ini menuntut persiapan fisik luar biasa, menyusul evaluasi ketat usai gelaran Asian Games lalu di mana mereka sempat bersua wakil kuat Jepang.

Sebagai bentuk keseriusan menghadapi ketatnya persaingan di Timur Tengah, Fadona Titalyana membeberkan bahwa dirinya bersama rekan setim telah digembleng melalui program pemusatan latihan intensif. Porsi latihan yang dilahap mencakup penguatan fisik dua kali sehari, penjagaan ketat terhadap pola makan, hingga memaksimalkan aspek pemulihan tubuh demi menjaga kebugaran optimal.

Evaluasi mendalam pasca-Asian Games menjadi cermin berharga bagi skuad Garuda. Pengalaman berharga saat meladeni permainan cepat tim tuan rumah Jepang menyadarkan para atlet bahwa aspek daya tahan fisik masih menjadi pekerjaan rumah terbesar jika ingin berbicara banyak di kancah internasional. Kendati demikian, peta kekuatan tersebut justru membuat mereka lebih kenal dengan karakter calon lawan di Kuwait nanti.

Senada dengan rekannya, Fitriani Sabatini menilai bahwa atmosfer persaingan di kualifikasi nanti tidak akan jauh bergeser dari apa yang mereka rasakan sebelumnya. Sebagian besar negara partisipan merupakan muka lama yang sudah pernah dihadapi, memberikan keuntungan tersendiri bagi tim pelatih dalam meracik strategi penyesuaian di atas lapangan.

Meski mengusung ambisi besar mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia, kubu Merah Putih sepakat untuk meredam tekanan berlebih. Alih-alih terbebani target muluk, fokus utama skuad padel putri adalah menikmati setiap reli, tampil tanpa beban, serta mengerahkan kemampuan maksimal demi hasil paling membanggakan bagi bangsa.