Panggung megah Liga Champions kembali menyita perhatian ketika Como bersiap menjamu raksasa Inggris, Manchester United, dalam matchday ketiga yang digelar pada Kamis (22/10) dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga angka biasa, melainkan sebuah momen monumental yang akan mencatat sejarah baru bagi klub asal Italia tersebut dalam perjalanan kompetisi Eropa mereka musim ini.
Berdasarkan catatan statistik, duel ini merupakan pertemuan perdana sepanjang sejarah antara kedua kesebelasan. Tak hanya itu, laga nanti malam juga menandai untuk pertama kalinya Como berhadapan langsung dengan klub yang berasal dari Inggris. Di sisi lain, pengalaman bicara banyak karena ini adalah musim ke-26 bagi Manchester United di ajang antarklub paling elite benua biru, kontras dengan Como yang baru pertama kali mencicipi ketatnya persaingan Liga Champions.
Situasi di liga domestik menghadirkan anomali menarik yang membuat atmosfer pertandingan semakin panas di atas lapangan. Como besutan pelatih Cesc Fabregas sedang menikmati start solid di Liga Italia dengan bertengger di posisi kelima klasemen sementara dan baru menelan satu kekalahan dari tujuh pertandingan awal. Sebaliknya, Setan Merah justru terjerembab di peringkat ke-13 Liga Inggris usai hanya mampu mengemas satu kemenangan tunggal dari tujuh laga pembuka musim ini.
Meski diunggulkan dari segi pengalaman sejarah, rekor tandang Manchester United di kancah Eropa tidak begitu meyakinkan para pendukung setianya. Klub asuhan Erik ten Hag tersebut tercatat hanya mampu meraih satu kali kemenangan saja dalam sepuluh pertandingan tandang terakhir mereka di pentas Liga Champions. Tren negatif di markas lawan ini tentu menjadi celah besar yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tuan rumah untuk melanjutkan kejutan mereka.
Kiper andalan Como, Roberto Sanchez, dipastikan tidak akan merasa canggung menghadapi tekanan dari lini serang tim tamu. Penjaga gawang tersebut tercatat sudah pernah merasakan atmosfer duel melawan Manchester United sebanyak sepuluh kali di sepanjang kariernya, dengan mengantongi tiga kemenangan, dua hasil imbang, serta lima kekalahan. Berbekal pengalaman tersebut, pertahanan Como diyakini akan tampil lebih tenang dalam meredam agresivitas lawan.
Dilansir dari CNN Indonesia, kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi perolehan tiga poin dari dua pertandingan awal fase grup Liga Champions musim ini. Pertemuan pertama di lapangan hijau ini diprediksi bakal berjalan sengit mengingat kedua kubu sama-sama memburu kemenangan krusial demi memperbaiki posisi di klasemen grup dan menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang