Langkah mengejutkan diambil oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia dalam upaya meredam tekanan politik jelang pemilihan presiden. Gianni Infantino bersama jajaran dewan pengurus dikabarkan siap menggelontorkan dana cadangan senilai USD 3,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp52,7 Triliun guna mendanai perkembangan sepak bola global untuk periode mendatang.
Dilansir dari BBC Sport, kebijakan ambisius ini diproyeksikan bakal melipatgandakan jumlah distribusi dana yang sebelumnya telah direncanakan untuk siklus 2027 hingga 2030. Tekanan besar memang sedang menghantam FIFA menyusul polemik rencana investasi swasta yang sempat menuai kecaman keras dari berbagai konfederasi besar di penjuru dunia, termasuk protes terbuka terkait tata kelola organisasi.
Sebagai respon atas desakan federasi regional, aliran kas segar dari cadangan devisa tersebut nantinya bakal dibagikan secara masif kepada 211 anggota asosiasi. Rinciannya mencakup suntikan dana sekitar Rp387 Juta per asosiasi, dukungan khusus konfederasi, hingga alokasi fasilitas perjalanan serta perlengkapan penunjang bagi sejumlah anggota terpilih demi pemerataan.
Peta jalan penggunaan anggaran ini telah diatur secara ketat dengan membagi alokasi ke dalam tiga pilar utama. Sepertiga bagian difokuskan untuk pembinaan usia muda serta sepak bola wanita, sepertiga untuk pembangunan infrastruktur penunjang, dan sepertiga sisanya dialokasikan bagi proyek strategis jangka panjang.
Seluruh draf aturan menyangkut kelayakan, audit, hingga mekanisme pencairan dana segar ini rencananya bakal difinalisasi pada pertemuan dewan bulan Desember mendatang. Keputusan final tersebut selanjutnya masih harus menunggu lampu hijau dari kongres tahunan yang dijadwalkan bergulir pada Maret 2027 mendatang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang