Administrasi FIFA bersiap mengajukan proposal ambisius untuk melipatgandakan total hadiah uang pada ajang Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Berdasarkan laporan yang dikonfirmasi oleh sumber ESPN, rencana strategis ini dijadwalkan bakal dipresentasikan dalam agenda rapat resmi FIFA pada Desember mendatang dan masih harus menunggu persetujuan penuh dari Dewan FIFA.

Meskipun ada lonjakan signifikan dalam alokasi finansial, nominal yang diusulkan ternyata masih belum mampu menyamai total hadiah yang dikucurkan pada turnamen sepak bola pria. Padahal, presiden FIFA yaitu Gianni Infantino sebelumnya pernah secara terbuka mendeklarasikan ambisi besar untuk menyamakan kesetaraan bonus pembayaran antara Piala Dunia Pria 2026 dan Piala Dunia Wanita 2027 sebagai target utama organisasi.

Dalam keterangannya, Infantino menyoroti bahwa kendala utama pencapaian kesetaraan finansial ini terletak pada industri penyiaran serta sponsor global. Menurutnya, pemegang hak siar dan korporasi komersial masih memberikan penawaran komersial yang jauh lebih rendah, berkisar antara 10 hingga 100 kali lipat lebih kecil untuk turnamen sepak bola wanita dibandingkan turnamen pria.

Sebagai kilas balik, perhelatan akbar Piala Dunia Wanita 2023 sebelumnya telah mencatatkan rekor paket finansial sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp2,3 Triliun, yang mencakup alokasi hadiah langsung serta dana persiapan tim. Kini, manajemen sepak bola dunia tersebut memastikan bahwa setiap asosiasi peserta turnamen 2027 akan tetap menerima dana persiapan sebesar USD 2,5 juta atau setara dengan sekitar Rp38,7 Miliar, menyamai fasilitas negara peserta Piala Dunia Pria 2026.

Kebijakan pencairan dana bantuan persiapan tersebut dijadwalkan akan mulai disalurkan selambat-lambatnya pada Desember 2026. Di sisi lain, beberapa federasi seperti Amerika Serikat telah menerapkan sistem pembagian pendapatan turnamen secara setara melalui perjanjian perundingan bersama yang diratifikasi sejak tahun 2022 lalu.