Badan sepak bola dunia, FIFA, dikabarkan bakal segera merevisi aturan internal mereka demi mencegah terulangnya polemik pencabutan sanksi kartu merah. Keputusan kontroversial yang sempat menyelamatkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, dari hukuman larangan bertanding itu sukses memicu gelombang protes besar di berbagai penjuru tribun sepak bola internasional.

Dilansir dari ESPN FC, Presiden Gianni Infantino dijadwalkan memimpin sidang dewan yang penuh tekanan di Zurich. Agenda utama pertemuan tersebut mencakup mosi untuk melarang penangguhan sanksi otomatis satu pertandingan di masa depan. Desas-desus intervensi politik sempat mencuat setelah terungkap bahwa Presiden AS Donald Trump secara pribadi meminta Infantino meninjau ulang hukuman Balogun.

Tekanan terhadap Infantino tidak hanya berhenti pada kasus pencabutan kartu merah sang penyerang. Sejumlah petinggi asosiasi, termasuk wakil presiden FIFA Debbie Hewitt, terus mendesak transparansi dokumen terkait proses keputusan tersebut. Situasi ini semakin memperkeruh posisi sang presiden menjelang batas akhir pendaftaran pemilihan kepemimpinan baru di Rabat, Maroko.

Di sisi lain, dewan juga bakal mengevaluasi proposal investasi privat senilai miliaran dolar yang sempat menuai kecaman keras dari UEFA. Kebijakan finansial satu orang ala Infantino ini dinilai memicu krisis tata kelola terbesar dalam hampir sebelas tahun masa kepemimpinannya. Para delegasi kini harus menimbang antara stabilitas finansial federasi atau integritas kompetisi yang dipertaruhkan.

Meski menghadapi mosi tidak percaya dan ancaman penyelidikan hukum dari pihak Eropa, Infantino tetap mencoba meredam kemarahan anggota. Ia dikabarkan menyiapkan tawaran dana segar tambahan bagi 211 anggota asosiasi. Kendati demikian, sidang panas ini membuktikan bahwa kursi kepemimpinannya tengah berada di ambang badai terbesar.