Krisis Inter Milan di panggung Eropa musim ini tidak hanya memukul mentalitas skuad, tetapi juga mengancam stabilitas neraca keuangan klub secara masif. Kegagalan melaju ke babak 16 besar Liga Champions berisiko memaksa manajemen Nerazzurri untuk melepas pemain bintang demi menyelamatkan kas klub. Situasi ini langsung memicu alarm bahaya di internal klub setelah awal kampanye yang jauh dari kata ideal.

Dilansir dari Football Italia, pemilik klub Oaktree mematok target minimal lolos ke babak 16 besar sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Kekalahan dramatis 4-3 saat menjamu Club Brugge di kandang sendiri—yang merupakan kekalahan beruntun kedua setelah tumbang dari Real Madrid—membuat kekhawatiran merangkak naik ke permukaan. Padahal, laporan keuangan yang baru saja disetujui pekan ini menunjukkan tren positif dengan membukukan laba untuk tahun kedua berturut-turut.

Dampak finansial dari penurunan performa di kompetisi Eropa terbukti sangat nyata bagi Simone Inzaghi dan timnya. Musim lalu, ketika langkah mereka dihentikan oleh Bodø/Glimt, Inter hanya meraup hadiah uang UEFA di bawah €74 Juta atau sekitar Rp1,25 Triliun. Angka tersebut mengalami terjun bebas jika dibandingkan dengan musim sebelumnya saat melaju ke final, di mana mereka mengantongi hampir €137 Juta atau setara dengan Rp2,32 Triliun, yang berarti ada selisih kerugian sekitar Rp1,07 Triliun belum termasuk pendapatan tiket pertandingan.

Kegagalan mengamankan tiket babak 16 besar, meski masih bisa ditempuh via jalur play-off, akan menghilangkan potensi pemasukan bernilai estimasi €18 Juta hingga €20 Juta atau sekitar Rp306 Miliar sampai Rp340 Miliar. Selama ini, kestabilan finansial dari prestasi Eropa telah menyelamatkan Inter dari keharusan menjual pemain kunci dalam dua bursa transfer musim panas terakhir. Jika pemasukan tersebut sirna, mempertahankan pemain bintang akan menjadi misi yang hampir mustahil.

Untungnya, Cristian Chivu beserta skuadnya masih memiliki sisa jadwal pertandingan untuk membalikkan keadaan di fase liganya. Rangkaian laga menantang menanti di depan mata, mulai dari menghadapi Shakhtar Donetsk, Feyenoord, Stuttgart, hingga bertandang ke markas Borussia Dortmund, menjamu Liverpool, serta ditutup dengan lawatan ke kandang Slovan Bratislava. Merujuk pada tren dua musim terakhir, perolehan 16 poin diprediksi menjadi syarat mutlak untuk mengamankan tiket otomatis delapan besar.