Kekalahan menyakitkan harus ditelan oleh Fiorentina ketika bertandang ke markas Inter Milan dalam lanjutan giornata Serie A di San Siro. Sempat unggul lebih dulu lewat aksi memukau Alex Jimenez di babak kedua, La Viola harus pulang dengan tangan hampa setelah kebobolan gol-gol krusial menjelang akhir pertandingan. Hasil minor ini tentu membuat posisi mereka di papan klasemen sementara belum beranjak aman, memaksa seluruh skuad bekerja ekstra keras di laga-laga berikutnya.

Meski timnya tumbang dengan skor tipis 2-1, pelatih kepala Paolo Vanoli sama sekali tidak menutup muka dengan rasa malu. Dilansir dari Football Italia, sang juru taktik menegaskan bahwa anak asuhnya menunjukkan perkembangan performa yang signifikan di atas lapangan. Menurutnya, perlawanan sengit yang diberikan kepada raksasa Milan tersebut membuktikan bahwa mentalitas bertanding La Viola kini berada di jalur yang benar untuk keluar dari tekanan musim ini.

"Kami tahu Inter adalah tim yang sangat kuat, tetapi saya pikir kami telah memainkan pertandingan yang hebat," ungkap Vanoli kepada DAZN selepas peluit panjang berbunyi. Ia menambahkan bahwa timnya sebenarnya memiliki beberapa peluang emas untuk memperbesar keunggulan menjadi 2-0 sebelum momentum laga berbalik. Sayangnya, pengalaman dan ketajaman lini serang Nerazzurri berbicara lain di sisa waktu normal pertandingan yang menegangkan tersebut.

Dalam analisis taktiknya, Vanoli juga menjelaskan alasan di balik keputusan pergantian pemain yang ia lakukan di paruh kedua laga. Masuknya Dodo dan Wilfried Gnonto diharapkan mampu memanfaatkan kelemahan lawan di sisi lapangan, sekaligus memaksa Henrikh Mkhitaryan untuk turun bertahan. Meskipun hasil akhir belum berpihak, sang pelatih meminta para pemainnya untuk tetap menegakkan kepala dan menatap sisa musim dengan optimisme tinggi demi memperbaiki posisi di papan bawah.