Fiorentina kembali membuat keputusan drastis di awal musim 2026-27. Hanya tiga pertandingan berjalan, Fabio Grosso resmi dicopot dari kursi pelatih, dan Paolo Vanoli dipanggil pulang untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan.

Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh klub pada Minggu malam waktu setempat. Grosso, yang baru ditunjuk pada Juni lalu, harus mengakhiri petualangannya dengan cara pahit. Tiga laga awal Serie A berujung tiga kekalahan, membuat La Viola terpuruk di dasar klasemen. Lebih menyakitkan, gawang mereka kebobolan sembilan gol: dihajar Roma 4-0, takluk 3-0 di kandang dari tim promosi Frosinone, dan terakhir kalah 2-1 dari Torino.

Manajemen Fiorentina bergerak cepat. Pada Senin sore, mereka mengumumkan kembalinya Vanoli ke posisi pelatih kepala. "ACF Fiorentina mengumumkan bahwa Paolo Vanoli telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim utama," bunyi pernyataan resmi klub. "Kami ingin berterima kasih kepada Vanoli atas antusiasme yang ia tunjukkan dengan segera menerima kesempatan untuk kembali memimpin tim. Pelatih akan memimpin sesi latihan pertamanya bersama skuad sore ini."

Vanoli bukan sosok asing bagi Fiorentina. Ia meninggalkan klub pada akhir musim 2025-26 setelah sebelumnya ditunjuk pada November tahun lalu. Saat itu, ia berhasil membalikkan keadaan dan menjauhkan tim dari zona degradasi, finis di peringkat 15. Namun, manajemen memilih tidak memperpanjang kontrak jangka pendeknya dan beralih ke Grosso. Kini, setelah start buruk, Vanoli dipanggil kembali untuk misi penyelamatan yang sama.

Keputusan ini menunjukkan betapa tidak sabarnya manajemen Fiorentina melihat tim kesayangan mereka terpuruk. Tiga laga memang terlalu dini, tetapi kekalahan beruntun tanpa perlawanan berarti membuat posisi Grosso tak tertolong. Vanoli diharapkan bisa langsung memberikan efek kejut, mengingat ia sudah mengenal sebagian besar pemain dan tahu betul tekanan yang ada.

Bagi Vanoli, ini adalah kesempatan kedua yang mungkin tak akan datang lagi. Ia harus membuktikan bahwa keputusan klub memanggilnya kembali bukan sekadar langkah panik. Fiorentina butuh sosok yang mampu mengembalikan kepercayaan diri pemain dan merapikan pertahanan yang porak-poranda. Tiga laga berikutnya akan menjadi ujian awal: apakah Vanoli masih punya sihir seperti musim lalu, atau justru terpuruk bersama tim yang sama?

Yang jelas, Serie A musim ini baru dimulai, dan Fiorentina sudah membuat gebrakan di luar lapangan. Kini bola ada di kaki Vanoli untuk membuktikan bahwa kepulangannya bukan sekadar nostalgia, melainkan awal kebangkitan.