Duel panas di Goodison Park akhir pekan kemarin menyisakan kepedihan mendalam bagi Coventry City. Sang manajer, Frank Lampard, dengan tegas mempertanyakan rentetan keputusan kontroversial wasit yang merugikan timnya saat takluk 3-1 dari Everton.
Kekalahan ini terasa begitu menyesakkan karena Sky Blues sempat memimpin lebih dulu lewat aksi Yann Gboho selepas jeda turun minum. Namun, keunggulan itu buyar setelah Thierno Barry mencetak dua gol krusial, ditambah satu lesakan penutup dari Kiernan Dewsbury-Hall yang mengunci kemenangan tuan rumah dan melambungkan posisi mereka di papan atas klasemen.
Frank Lampard menyoroti insiden di babak pertama ketika bek lawan menjambak rambut Caleb Yirenkyi di kotak terlarang. Meskipun aturan terkait aksi tarik rambut telah sedikit dilonggarkan musim ini dan tidak otomatis berbuah kartu merah, eks juru taktik Chelsea itu bersikeras bahwa insiden tersebut tetap layak dihukum sebagai pelanggaran penalti.
Tidak berhenti di situ, drama berlanjut ketika potensi pelanggaran terhadap Taiwo Awoniyi di dekat garis kotak penalti diabaikan, serta gol kedua Barry yang diwarnai dugaan handball. Dilansir dari BBC Sport, Lampard merasa tiga keputusan krusial tersebut mengubah total jalannya pertandingan dan membuat timnya tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara Premier League.
Di sisi lain, manajer Everton membela timnya dan menilai bahwa aturan tarik rambut saat ini memang membingungkan. Tambahan tiga poin penuh ini membawa skuad asuhan David Moyes merangsek naik ke peringkat kelima, sementara Coventry harus segera berbenah untuk keluar dari tekanan zona papan bawah.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang