Inter Milan akhirnya melepas Davide Frattesi ke Lazio dengan harga yang jauh lebih murah dari permintaan awal. Kesepakatan senilai €15 juta (sekitar Rp255 miliar) ini langsung memicu banyak pertanyaan, terutama karena sebelumnya Inter bersikeras membanderol gelandang Italia itu di angka €30 juta (sekitar Rp510 miliar).
Ternyata, di balik angka yang tampak 'merugi' tersebut, ada klausul yang menjelaskan semuanya. Inter disebut tetap memegang 50 persen hak atas penjualan Frattesi di masa depan. Artinya, jika Lazio menjualnya lagi, Inter berhak mendapat setengah dari nilai transfernya.
Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Sky Sport Italia dan Sport Mediaset, yang melaporkan bahwa persentase hak jual tersebut jauh lebih besar dari perkiraan awal yang hanya 20 persen. Dengan klausul ini, nilai total Frattesi sebenarnya tetap mencapai €30 juta, hanya saja pembayarannya tidak diterima Inter di muka.
Inter berharap Frattesi bisa meningkatkan pamornya dengan bermain reguler di Serie A bersama Lazio, sehingga musim depan mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dari penjualan sang pemain. Frattesi sendiri dibeli Inter dari Sassuolo pada 2023 dengan biaya €32,8 juta (sekitar Rp557 miliar). Dengan mempertimbangkan amortisasi, penjualan dengan harga €15 juta ini tetap menghasilkan keuntungan sekitar €7,5 juta (sekitar Rp127 miliar) bagi Nerazzurri.
Selain Lazio, beberapa klub seperti Nottingham Forest, Newcastle United, dan Juventus juga sempat dikaitkan dengan Frattesi. Namun, tidak ada yang bersedia memenuhi harga €30 juta yang diminta Inter. Kontrak Frattesi di Inter sebenarnya masih berlaku hingga Juni 2028, tetapi ia tampak lebih memilih pindah untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang