Mantan bek Manchester United, Gary Neville, blak-blakan mengaku sangat terkejut melihat manajemen klub memutuskan untuk tidak mendepak pelatih Michael Carrick di tengah tekanan hebat yang melanda Old Trafford. Badai kritik datang setelah Setan Merah dibantai Bournemouth tiga gol tanpa balas pada akhir pekan lalu, sebuah hasil minor yang memperpanjang derita tim.

Kekalahan memalukan tersebut sempat membuat Manchester United terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League. Situasi semakin mengkhawatirkan mengingat Manchester United sudah gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua ajang kompetisi resmi, memicu kemarahan serta kekecewaan mendalam dari para pendukung setia di tribun.

Namun, di luar dugaan banyak pihak termasuk para pengamat sepak bola, jajaran petinggi klub justru memilih untuk tetap memberikan kesempatan kedua bagi juru taktik asal Inggris tersebut. Michael Carrick dipastikan masih akan memimpin skuad utama dalam beberapa laga krusial ke depan, meskipun masa depannya tetap berada di ujung tanduk jika tidak kunjung bangkit.

Dilansir dari CNN Indonesia, Neville awalnya meyakini betul bahwa momen kekalahan dari Bournemouth adalah akhir dari segalanya bagi Carrick di kursi kepelatihan. Gestur sang pelatih yang berjalan sendirian melambaikan tangan ke arah tribun penonton seusai laga sangat menyiratkan sebuah salam perpisahan yang emosional.

Meski mengaku terkejut dan buta dengan arah kebijakan manajemen ke depan, Neville tetap mendoakan yang terbaik bagi rekan setimnya dulu itu. Ia berharap Carrick mampu memompa motivasi Bruno Fernandes dan kolega agar kembali habis-habisan di atas lapangan demi menyelamatkan musim klub.