Demam Liga Champions kembali melanda ibu kota Italia ketika Roma bersiap menjamu raksasa Spanyol di Stadio Olimpico. Laga akbar ini menandai kembalinya atmosfer panggung elite Eropa ke kandang Giallorossi setelah menepi selama lebih dari tujuh tahun lamanya. Pelatih kepala Gian Piero Gasperini mengakui bahwa para pendukung setia telah menantikan momen istimewa ini selama bertahun-tahun untuk kembali menyaksikan malam keramat Eropa.

Atmosfer stadion dipastikan bakal membakar semangat juang tim tuan rumah layaknya kehadiran pemain ke-12 di tribune penonton. Kendati demikian, sang allenatore mengingatkan anak asuhnya bahwa pertempuran sesungguhnya tetap ditentukan oleh duel 11 melawan 11 di atas rumput hijau. Gasperini menegaskan pentingnya memaksimalkan kekuatan internal tim sambil meredam euforia berlebihan demi mengimbangi permainan lawan.

Ujian berat menanti lini pertahanan Real Madrid yang datang dengan deretan pemain bintang berkecepatan tinggi seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Gasperini secara terbuka menyebut Los Blancos dihuni oleh beberapa pesepak bola terbaik dunia, sehingga timnya wajib tampil solid secara kolektif bukan sekadar mengandalkan kemampuan individu semata untuk meredam agresivitas lawan.

Kendala fisik turut mewarnai persiapan tuan rumah menyusul masih absennya kiper utama Mile Svilar serta gelandang Bryan Cristante akibat cedera. Situasi ini memaksa Pierluigi Gollini dan Marten de Roon untuk turun sebagai starter mengisi pos krusial, sementara Donyell Malen dapat mencurahkan segenap fokusnya malam ini setelah mendapat sanksi di kompetisi domestik.

Dilansir dari Football Italia, Gasperini menutup sesi praraga dengan tekad bulat untuk memberikan perlawanan sengit kepada sang tamu agung. Giallorossi bertekad tampil berani, mencoba mengambil Inisiatif serangan, mengeksploitasi celah kelemahan lawan, sekaligus membatasi potensi luar biasa yang dimiliki oleh kubu lawan sepanjang 90 menit pertandingan.