Malam penuh drama tersaji di Stadio Olimpico ketika Roma harus menelan pil pahit kekalahan 3-4 dari Real Madrid di ajang Liga Champions. Sempat tampil perkasa dan mendominasi jalannya pertandingan, Giallorossi justru kolaps di menit-menit akhir akibat kelemahan fatal dalam mengantisipasi situasi bola mati. Pelatih Gian Piero Gasperini secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya yang mendalam setelah timnya membuang keunggulan di ujung laga.
Tampil dengan motivasi tinggi, Serigala Ibu Kota sempat memimpin 3-1 berkat gol dari Marten de Roon serta dua gol yang diborong oleh Donyell Malen. Pertahanan Los Blancos dibuat kocar-kacir sepanjang laga, memaksa penjaga gawang Thibaut Courtois bekerja ekstra keras melakukan penyelamatan. Hingga menit ke-82, permainan taktis yang diterapkan sang pelatih mampu meredam pergerakan bintang lawan seperti Kylian Mbappé yang sempat mencetak gol pembuka di babak pertama.
Namun, petaka besar datang mulai menit ke-83 hingga waktu normal berakhir. Lini belakang Roma mendadak lumpuh total dan terlalu pasif menghadapi skema sepak pojok berturut-turut dari tim tamu. Carlos Espi, Endrick, serta mantan bek Roma yaitu Antonio Rudiger sukses memanfaatkan celah identik tersebut untuk mencetak gol secara beruntun. Ironisnya, hal ini langsung memupus kerja keras tim sepanjang 90 menit dan membuat posisi mereka di klasemen Champions League terpuruk dengan raihan satu poin dari dua laga awal.
Selepas pertandingan, ketegangan kian memuncak ketika pelatih lawan melontarkan komentar bahwa skuad Giallorossi kehabisan tenaga di pengujung laga. Menanggapi sindiran tersebut, pelatih berpengalaman itu dengan tegas membantah dan balik menyemprot pernyataan tersebut. Menurutnya, justru tim tamu yang tampak keteteran dan kewalahan, sementara anak asuhnya tampil jauh lebih superior di hampir seluruh aspek permainan sebelum bencana bola mati itu terjadi.
Situasi pelik ini semakin diperparah dengan badai cedera yang menghantam ruang ganti tuan rumah. Gelandang energik Manu Kone harus ditarik keluar sambil menangis pada menit ke-17 akibat masalah otot yang cukup serius, disusul oleh Paulo Dybala yang harus digantikan saat jeda babak pertama karena masalah pada otot soleus. Kehilangan pilar penting ini tentu menjadi tantangan berat bagi kedalaman skuad dalam mengarungi jadwal padat berikutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang