Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin lalu tidak hanya merenggut ratusan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan sementara kompetisi sepak bola negara tersebut. Kawasan paling terdampak meliputi Pereira dan Cali, dua kota yang sama-sama memiliki wakil di kasta tertinggi liga Kolombia, yang baru saja memulai musim baru setelah Piala Dunia 2022.
Asosiasi Sepak Bola Profesional Kolombia (Dimayor) langsung merespons dengan menunda seluruh pertandingan profesional yang dijadwalkan pekan ini. Dalam pernyataan resminya, Dimayor menegaskan bahwa "dalam keadaan seperti ini, kami memahami bahwa sepak bola harus berada di sisi negara dan mendukung mereka yang paling membutuhkan." Sebanyak 36 klub profesional yang bernaung di bawah Dimayor pun akan memfokuskan upaya mereka untuk membantu pemulihan komunitas yang terdampak.
Dampak emosional pun tak terhindarkan. Deportivo Pereira, misalnya, sedang berada di Barranquilla untuk laga tandang saat gempa terjadi. Jarak fisik justru memperbesar kecemasan para pemain dan staf. Sang kapten, Wálmer Pacheco, menggambarkan suasana mencekam itu: "Sulit untuk turun ke sarapan dan melihat rekan setimmu menangis serta khawatir karena tidak bisa menghubungi keluarga mereka. Dalam situasi seperti ini, sepak bola turun ke level yang entah apa lagi," ujarnya seperti dikutip El Heraldo.
Tak hanya Pereira, Deportivo Cali juga diterpa kabar buruk. Gelandang Ronaldo Pájaro mengalami cedera parah pada siku (fraktur-dislokasi) dan pergelangan kaki (fraktur maleolus medial) saat mencoba menyelamatkan diri dari rumahnya yang rusak. Pemain berusia 24 tahun itu harus menjalani operasi dan dipastikan absen dalam waktu yang belum bisa ditentukan.
Di tengah duka, solidaritas mengalir deras. Para pemain Kolombia yang berkarier di luar negeri berjanji akan mengirimkan bantuan. Barcelona pun turun tangan melalui yayasannya dengan menggalang dana darurat, dimulai dari kontribusi awal sekitar Rp1,7 miliar (100.000 euro) untuk membantu korban gempa. Ini menjadi pengingat bahwa di atas rivalitas dan persaingan, sepak bola tetap punya tempat untuk kemanusiaan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang