Kemenangan telak 3-0 yang diraih Lazio saat bertandang ke markas Juventus menyisakan cerita manis sekaligus peringatan penting. Pelatih kepala Gennaro Gattuso melihat adanya progres luar biasa dari anak asuhnya, namun ia dengan tegas meminta skuadnya untuk tidak silau melihat posisi di papan atas klasemen sementara. Hasil gemilang di Turin tersebut dicetak melalui sundulan Oliver Provstgaard, sepakan tajam Gustav Isaksen, serta aksi solo run fenomenal Fisayo Dele-Bashiru dari area pertahanan sendiri jelang laga bubar.
Tambahan tiga angka ini mengukuhkan catatan impresif Elang Ibukota sebagai satu-satunya tim yang mampu menempel ketat pemuncak klasemen bersama Inter Milan dengan koleksi 19 poin dari tujuh pertandingan awal. Dilansir dari Football Italia, pencapaian ini resmi menjadi start terbaik dalam sejarah klub, bahkan melampaui era kampanye Scudetto mereka pada musim 1999/2000. Kendati demikian, juru taktik berpaspor Italia itu enggan jemawa dan memilih fokus menatap laga selanjutnya kontra Parma demi menjaga konsistensi tim.
"Kami tidak boleh melihat klasemen saat ini. Kami akan menikmati kemenangan luar biasa ini, tetapi setelah itu kembali bekerja keras," ujar Gattuso kepada DAZN Italia. Di balik kesuksesan taktis yang sukses meredam perlawanan tuan rumah lewat jebakan offside dan pressing ketat, pelatih berusia berpengalaman itu memuji kerja keras manajemen yang mendatangkan pemain-pemain berkarakter meskipun memiliki anggaran terbatas di bursa transfer.
Suasana ruang ganti yang harmonis dan mentalitas bertarung menjadi kunci utama melejitnya performa tim musim ini, meskipun mereka sempat diterpa badai cedera yang menimpa beberapa pilar penting. Gattuso juga terbuka dengan pendekatan modern dalam menangani pemain masa kini yang jauh lebih berkembang secara psikologis dibandingkan era ketika ia masih aktif sebagai pemain profesional di atas lapangan hijau.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang