Derby della Madonnina selalu menyajikan atmosfer panas yang membakar, dan pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dengan tegas menyatakan bahwa dirinya akan merasa sangat hancur jika timnya gagal menaklukkan rival sekota, Inter Milan. Dilansir dari Football Italia melalui TuttoMercatoWeb, Cardinale berbicara kepada jurnalis Carlo Pellegatti jelang duel sengit di San Siro yang menjadi ujian berat bagi mentalitas skuad asuhannya.

Kekalahan mengejutkan 2-4 dari Bologna pada hari Rabu lalu di kandang sendiri menjadi pil pahit pertama bagi pelatih Ruben Amorim di pentas liga. Hasil minor tersebut membuat Rossoneri tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 18 poin, terpaut tujuh angka dari Inter dan Lazio di puncak. Tekanan mulai mengarah ke sang juru taktik asal Portugal, namun sang pemilik klub tetap berdiri di garda terdepan memberikan dukungan penuh.

Bagi Cardinale, posisinya bukanlah untuk menambah beban emosional, melainkan menjaga kestabilan tim dan memberikan kepemimpinan yang dibutuhkan agar para pemain fokus di atas lapangan. Ia menegaskan bahwa timnya harus memenangi setiap babak demi babak dalam laga kandang yang sangat krusial ini demi menjaga asa di papan atas persaingan Serie A musim ini.

Jika kembali menelan kekalahan dalam Derby della Madonnina, AC Milan terancam semakin tertinggal jauh hingga 10 poin dari singgasana puncak klasemen. Meski demikian, Cardinale menepis segala keraguan yang dialamatkan kepada Amorim dan meminta seluruh elemen klub, mulai dari suporter hingga media, untuk tetap bersatu merapatkan barisan mendukung tim.

Cardinale menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh bahwa pelatih barunya telah melakukan pekerjaan luar biasa, bukan sekadar melatih tetapi juga membimbing para pemain secara mental. Ia telah berbicara langsung dan menatap mata para pemainnya, memastikan bahwa hasrat untuk meraih kemenangan tetap menyala kuat di dalam ruang ganti Rossoneri.