Ketua Umum FIFA Gianni Infantino harus menghadapi tekanan besar dan menyampaikan permintaan maaf kepada para kritikus terbesarnya dalam pertemuan Dewan FIFA. Sayangnya, ia gagal memberikan dokumen maupun detail baru terkait berbagai isu krusial yang tengah menjadi sorotan utama para petinggi sepak bola dunia saat ini. Pertemuan tertutup selama tiga setengah jam tersebut tidak kunjung meredakan ketegangan antara kepemimpinan tertinggi dan delegasi sepak bola Eropa yang semakin gencar melayangkan kritik tajam terhadap jalannya organisasi.
Salah satu isu paling disorot dalam pertemuan tersebut adalah rencana penjualan hak komersial turnamen senilai USD 4,2 miliar atau sekitar Rp65 Triliun yang sempat diluncurkan lalu dibatalkan pada bulan Juli lalu. Para pejabat sepak bola Eropa yang dipimpin oleh UEFA mendesak adanya bukti tertulis mengenai rencana investasi privat rahasia yang melibatkan Joshua Kushner tersebut. Namun, alih-alih memberikan transparansi di tempat, Infantino justru meminta para kritikus untuk mengajukan pertanyaan secara tertulis, sebuah langkah yang dinilai jauh dari kata cukup oleh para delegasi.
Tekanan internal kini semakin memuncak menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang. Pimpinan Asosiasi Sepak Bola Inggris Debbie Hewitt secara terbuka menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial tersebut demi kelayakan jabatannya. Pandangan serupa juga disampaikan oleh delegasi Jerman Bernd Neuendorf yang menegaskan pentingnya figur berintegritas tinggi untuk memulihkan reputasi organisasi sepak bola internasional yang saat ini tengah dipertaruhkan di mata publik.
Di sisi lain, perwakilan UEFA juga mengambil langkah hukum lanjutan dengan meminta hak atas bukti-bukti dokumen di pengadilan Amerika Serikat guna mendukung pengaduan pidana terhadap Gianni Infantino di Swiss. Tuduhan tersebut mencakup potensi mis manajemen keuangan organisasi terkait valuasi anak perusahaan yang diproyeksikan untuk mengelola hak komersial turnamen. Meski sempat membuka pertemuan dengan nada penyesalan atas kegaduhan yang ia ciptakan, jalan panjang penuh konflik tampaknya masih harus dihadapi oleh kepemimpinan tertinggi sepak bola dunia dalam beberapa bulan ke depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang