Badai kritik tampaknya belum mau mereda di tubuh FIFA setelah Presiden Gianni Infantino secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Dewan FIFA dalam pertemuan penting di Zurich. Keputusan kontroversial terkait rencana penjualan hak komersial turnamen akbar kepada pihak swasta yang sempat dirahasiakan menjadi pemicu utama kemarahan para petinggi sepak bola dunia.
Pertemuan yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut tidak hanya membahas proposal rahasia yang akhirnya dibatalkan itu. Dewan turut mencecar Infantino dengan berbagai pertanyaan tajam, mulai dari sanksi kartu merah Folarin Balogun yang sempat ditangguhkan, penghargaan FIFA Peace Prize, hingga transparansi dana bagi asosiasi nasional anggota.
Wakil Presiden FIFA sekaligus Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, secara tegas menyatakan kekecewaannya usai rapat tertutup tersebut. Menurutnya, permintaan maaf Infantino tidak ada artinya jika sang presiden gagal membuka seluruh dokumen penting yang diminta oleh para anggota dewan secara transparan.
Hewitt menambahkan bahwa sikap ketidakpercayaan dari pihak UEFA sama sekali tidak bergeser meski permohonan maaf telah dilayangkan. Tekanan besar kini mengancam kepemimpinan Infantino jika ia terus mengelak dan gagal memberikan jawaban memuaskan atas sederet pertanyaan krusial yang diajukan para petinggi federasi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang