Badai kritik yang menerpa Gianni Infantino tampaknya sama sekali tidak menggoyahkan posisinya di kursi pimpinan tertinggi badan sepak bola dunia. Dalam wawancara eksklusif bersama BBC Sport yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, menjelang ajang Piala Dunia U-15, pria asal Swiss itu secara terbuka menertawakan pertanyaan seputar wacana pengunduran dirinya menyusul polemik proposal kontroversial Fifa Forward Enterprise (FFE).
Tekanan besar sempat menghantam sang presiden ketika para petinggi dari konfederasi sepak bola Eropa (Uefa), Asia, hingga Amerika Utara dan Tengah melayangkan surat terbuka yang menuding adanya pengkhianatan kepercayaan. Bahkan, Uefa sempat memberikan ultimatum tegas agar seluruh dokumen penting terkait FFE segera dirilis ke publik. Meski mengakui bahwa organisasinya sempat melakukan beberapa hal yang kurang maksimal, Infantino memilih untuk tetap melangkah dengan kepala tegak.
Dukungan masif dari berbagai belahan dunia menjadi perisai kuat bagi kelanjutan kepemimpinannya. Setelah sempat menghadapi ketegangan luar biasa, langkah politiknya berbuah manis usai mendapat dukungan penuh dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta konfederasi sepak bola Afrika. Dengan tenggat waktu pencalonan presiden yang semakin dekat, peluang bagi sosok yang memimpin sejak 2016 itu untuk kembali terpilih secara aklamasi pada pemilihan tahun depan kini terbuka sangat lebar.
Di sela-sela kemelut politik birokrasi sepak bola global, sang presiden tetap menyempatkan diri untuk memantau jalannya turnamen usia dini di Azerbaijan. Ajang tersebut menghadirkan ratusan asosiasi anggota, termasuk kembalinya tim nasional Rusia dalam turnamen resmi di bawah naungan FIFA sejak pembekuan internasional pada Februari 2022 lalu. Dilansir dari BBC Sport, turnamen kelompok umur ini diharapkan mampu merajut kembali persatuan global melalui rumput hijau.
"Jika kita serius berbicara soal demokrasi, tentang keyakinan bahwa setiap pihak memiliki suara yang setara di seluruh dunia, maka kita harus menghormati pandangan dari mayoritas besar," ujar pimpinan tertinggi federasi sepak bola dunia tersebut sembari menegaskan bahwa masa depan organisasi tetap berada di tangan asosiasi anggota.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang