Agenda penting sepak bola Italia akhirnya menemui titik terang setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi mengumumkan jadwal rapat umum tahunan. Pertemuan krusial tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 14 Desember mendatang dengan agenda utama pemilihan orang nomor satu di federasi. Dilansir dari Football Italia, momen ini menandai babak baru bagi kepengurusan sepak bola nasional setelah serangkaian drama administratif yang sempat mengguncang internal organisasi.

Nama Giovanni Malagò diprediksi kuat bakal melenggang sendirian tanpa pesaing berarti dalam bursa pencalonan kali ini. Sebelumnya, ia sempat menduduki kursi kepemimpinan pada bulan Juni lalu menyusul pengunduran diri pendahulunya, Gabriele Gravina. Keputusan mundur tersebut diambil akibat kegagalan pahit Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 yang menyisakan kekecewaan mendalam bagi publik tribun stadion di seluruh negeri.

Namun, periode kepemimpinan awal tersebut harus terhenti lebih cepat akibat persoalan teknis administratif yang cukup rumit. Terbukti bahwa Malagò bukanlah anggota terdaftar FIGC secara resmi ketika pemilihan digelar awal tahun ini, sehingga status elegibilitasnya sempat digugat. Situasi pelik ini sempat memaksa federasi berada di bawah kendali seorang komisaris khusus sebelum akhirnya tercapai jalan tengah.

Setelah meredam polemik dan menyelesaikan sengketa bersama Presiden CONI saat ini, Luciano Buonfiglio, kompromi penting berhasil dicapai. Malagò ditunjuk langsung sebagai komisaris yang memegang kendali penuh atas jalannya asosiasi sepak bola hingga pemilihan presiden definitif benar-benar terlaksana. Pengalaman panjangnya sebagai pimpinan Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI) tentu menjadi modal besar dalam menakhodai kembali persepakbolaan domestik.

Kini, dengan dikonfirmasinya rapat umum pada 14 Desember oleh pihak federasi pada hari Jumat, jalan bagi kembalinya sang tokoh utama semakin mulus. Berbagai laporan media dalam beberapa pekan terakhir menegaskan bahwa tidak ada kandidat lain yang siap, membuat pos kepresidenan hampir pasti kembali ke tangannya untuk membenahi prestasi sepak bola Italia secara menyeluruh.