Publik Amex Stadium dibuat bergemuruh lewat aksi ajaib Diego Gomez saat Brighton menghancurkan Crystal Palace dengan skor telak 5-0. Gelandang asal Paraguay tersebut mencetak gol luar biasa dari jarak 51 meter dari tengah lapangan, memanfaatkan posisi penjaga lawan yang terlalu maju. Lesakan sensasional ini langsung mengingatkan para pengamat pada gol ikonik David Beckham di masa lalu, sekaligus menegaskan betapa menakutkannya lini serang skuad asuhan Fabian Hurzeler musim ini.

Gol tersebut merupakan torehan ketujuh bagi sang pemain di ajang Premier League, namun menjadi salah satu yang paling dibicarakan di daratan Inggris berkat tingkat kesulitan yang luar biasa. Dilansir dari BBC Sport, lesakan dari tengah lapangan itu dicatat sebagai jarak terjauh sejak Wayne Rooney melakukannya pada November 2017 silam. Rekan setimnya, Lewis Dunk, bahkan tidak ragu menyebut aksi brilian tersebut sebagai kandidat kuat gol terbaik musim ini, menggeser gol indahnya sendiri ke gawang Coventry beberapa pekan sebelumnya.

Di bawah komando pelatih muda berbakat Fabian Hurzeler, Brighton menjelma sebagai mesin gol yang menakutkan dengan koleksi 23 gol dari tujuh laga awal. Catatan impresif ini bahkan melampaui produktivitas tim-tim raksasa seperti Manchester City maupun sang juara bertahan Arsenal. Konsistensi permainan menyerang yang cair membuat para suporter mulai berani memimpikan tiket Liga Champions, atau bahkan persaingan ketat di jalur juara Liga Inggris musim ini.

Kendati tengah berada di puncak performa dan bertengger di papan atas klasemen, Hurzeler tetap memilih untuk meredam euforia berlebihan dari para pemain maupun pendukung setianya. Juru taktik berusia muda tersebut menegaskan bahwa perjalanan musim masih sangat panjang dan timnya harus tetap membumi demi menjaga konsistensi. Evaluasi detail tetap diberikan kepada sang pencetak gol spektakuler agar tidak cepat puas dengan pencapaian individunya di atas lapangan hijau.

Ujian sesungguhnya bagi ambisi besar The Seagulls kini sudah di depan mata mengingat mereka harus melakoni lima laga tandang secara beruntun ke markas lawan. Lawatan berat ke kandang Liverpool hingga Manchester City di berbagai ajang kompetisi domestik maupun Eropa bakal menjadi tolok ukur kapasitas sejati mereka musim ini. Ketangguhan mental skuad asuhan Hurzeler akan diuji secara maksimal sebelum mereka bisa kembali tampil di hadapan pendukung sendiri pada bulan November mendatang.