Kegelisahan mendalam sempat melanda penyerang anyar Goncalo Ramos ketika ia masih berseragam Paris Saint-Germain di bawah asuhan pelatih Luis Enrique. Kurangnya jatah bermain reguler membuat sang penyerang merasa frustrasi, terutama setelah ia sempat mencetak gol beruntun dalam empat hingga lima pertandingan namun tetap saja dicadangkan pada laga berikutnya.
Situasi pelik tersebut memicu hasrat kuat pemain tim nasional Portugal itu untuk angkat kaki dari Parc des Princes sejak bursa transfer Januari lalu. Meskipun manajemen klub Prancis menolak melepasnya saat itu demi menjaga kedalaman skuad, Direktur Olahraga Luis Campos akhirnya memberikan lampu hijau untuk kepindahannya pada musim panas ini setelah melalui proses diskusi yang intensif.
Titik balik kariernya kemudian terjadi ketika ketertarikan serius datang dari ranah Italia, yang disambut hangat oleh kehadiran pelatih anyar Ruben Amorim di klub barunya. Sang pelatih bahkan secara langsung menghubungi Ramos via sambungan telepon untuk meyakinkannya bergabung, sebuah gestur penting yang langsung direalisasikan oleh agen kenamaan Jorge Mendes dalam kesepakatan transfer bernilai fantastis.
Dilansir dari Football Italia, kepindahan megah ini melibatkan mahar yang diyakini menyentuh angka sekitar €80 Juta atau setara dengan kisaran Rp1,3 Triliun, menjadikannya rekrutmen termahal dalam sejarah klub. Keputusan ini terbukti tepat karena kini ia merasa jauh lebih bahagia, mendapatkan menit bermain yang konsisten, serta memiliki ruang lebih luas untuk mengekspresikan kemampuan terbaiknya di atas lapangan.
Meski kini telah menemukan ketenangan dan atmosfer serba positif di petualangan barunya, penyerang tajam ini tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke klub masa kecilnya, Benfica, di masa depan. Namun, ambisi utamanya saat ini adalah menuntaskan seluruh potensi terbaiknya di kompetisi level tertinggi Eropa sebelum memikirkan babak baru dalam kariernya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang