Eksodus bintang dari ajang golf kontroversial LIV Golf kembali bertambah setelah Graeme McDowell memastikan diri menyusul langkah para pemain besar lainnya. Juara US Open 2010 tersebut secara terbuka mengumumkan keputusannya untuk tidak melanjutkan kariernya di ajang peluncuran ulang liga yang dijuluki LIV 2.0. Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian finansial dan restrukturisasi besar yang sedang melanda tubuh kompetisi tersebut menyusul perubahan arah investasi global.

Melalui sebuah unggahan di media sosial pada hari Senin, pemain asal Irlandia Utara itu menegaskan bahwa dirinya telah memilih untuk mengakhiri perjalanan selama empat tahun terakhir di liga pecahan tersebut. Meskipun belum merinci ke mana pelabuhan karier selanjutnya, langkah ini mengikuti jejak para nama besar seperti Jon Rahm dan Tyrrell Hatton yang lebih dulu memutuskan angkat kaki. Tekanan internal dan negosiasi kontrak baru rupanya menjadi batu sandungan serius bagi para pemain top untuk bertahan.

Situasi pelik ini bermula ketika Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi mengumumkan penghentian pendanaan pada April lalu yang memaksa liga mencari suntikan dana segar dari BC Partners Credit. Demi menyelamatkan masa depan kompetisi, manajemen sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 serta tenggat waktu komitmen bagi para atlet hingga 25 Oktober lalu. Alih-alih mendapatkan stabilitas, gelombang penolakan justru terjadi dari para bintang utama yang merasa syarat baru tersebut tidak dapat diterima.

Bagi Graeme McDowell, yang sebelumnya memperkuat tim OKGC sejak bergabung pada tahun 2022, akhir dari era ini membuka lembaran baru yang penuh teka-teki. Dilansir dari Sky Sports, kiprah pemain berusia 47 tahun itu kini dinantikan para pecinta golf dunia, terutama terkait peluang kembalinya ia tampil di ajang reguler DP World Tour setelah sekian lama absen. Tekanan performa dan dinamika politik olahraga golf global dipastikan akan terus bergulir panas menjelang persiapan era baru kompetisi di masa depan.