Fabio Grosso baru saja merasakan pahitnya kursi pelatih Fiorentina. Baru tiga bulan menangani La Viola, ia harus angkat kaki setelah rentetan hasil buruk. Keputusan ini sontak memunculkan pertanyaan besar: bagaimana bisa seseorang yang sempat masuk radar pelatih timnas Italia, kini justru tersingkir begitu cepat?

Fiorentina memutuskan berpisah dengan Grosso setelah tiga kekalahan beruntun di Serie A. Manajemen klub pun tak ragu mendatangkan kembali Paolo Vanoli, sosok yang baru meninggalkan Stadio Franchi tiga bulan sebelumnya. Langkah ini jelas menegaskan bahwa kesabaran manajemen sudah habis.

Padahal, nama Grosso sempat mencuat sebagai salah satu kandidat pelatih timnas Italia. Mantan direktur teknis Italia, Paolo Maldini, mengungkapkan bahwa ia dan Leonardo sempat mempertimbangkan Grosso bersama Andrea Pirlo dan Daniele De Rossi. “Kami ingin pelatih muda yang memiliki sejarah di timnas. Ada tiga nama [selain Pirlo], Daniele De Rossi dan Fabio Grosso,” ujar Maldini bulan lalu.

Namun, pendekatan terhadap De Rossi dan Grosso tak pernah terjadi karena keduanya masih terikat kontrak dengan klub Serie A. FIGC dan Presiden Giovanni Malagò telah sepakat untuk tidak menghubungi pelatih yang masih aktif. Alhasil, Maldini dan Leonardo mengalihkan fokus ke Pirlo, yang kemudian gagal direkrut karena skandal politik terkait perannya sebagai brand ambassador perusahaan taruhan Rusia.

Kegagalan itu berbuntut panjang. Malagò mengambil alih dan menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih, dengan Claudio Ranieri sebagai direktur teknis. Maldini dan Leonardo pun memilih mundur karena merasa skandal politik hanyalah alasan untuk membatasi kewenangan mereka. Mereka sebenarnya punya proyek jangka panjang, tetapi setelah Ancelotti dan Guardiola menolak, opsi jatuh ke pelatih muda dengan pengalaman timnas.

Bagi Grosso, ini adalah pukulan telak. Padahal, ia baru saja menyelesaikan musim Serie A pertamanya bersama Sassuolo dengan hasil memuaskan, membawa klub itu bertahan di kasta tertinggi. Penampilan itu membuat Fabio Paratici yakin memberinya kesempatan di Fiorentina. Sayangnya, harapan itu sirna dalam sekejap.

Kini, masa depan Grosso di dunia kepelatihan kembali dipertanyakan. Apakah ia masih bisa bangkit dan membuktikan bahwa Maldini tidak salah mengincarnya? Sementara itu, Fiorentina harus segera move on dan berharap Vanoli bisa mengembalikan performa tim. Yang jelas, dinamika di Serie A dan timnas Italia semakin menarik untuk diikuti.