Pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish Ramli harus menghadapi ujian berat pada musim penuh debutnya di ajang Moto3 2026. Tekanan mental yang melanda sang rider muda ini terungkap jelas selepas penampilannya yang penuh drama dalam seri Pertamina Grand Prix of Indonesia yang dihelat di Sirkuit Mandalika.

Manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin secara terbuka menilai bahwa aspek kematangan taktik serta kemampuan dalam mengelola emosi masih menjadi PR besar bagi anak asuhnya tersebut. Meski demikian, Zulfahmi tetap memuji progres positif yang ditunjukkan oleh pembalap berusia 19 tahun itu ketika beraksi di atas lintasan pada hari Minggu lalu.

Memulai balapan dari posisi start ke-26 bukanlah hal yang mudah, namun determinasi tinggi membuat sang pembalap mampu merangsek naik dan sempat mendekati kelompok 10 besar. Kecepatan murni untuk bersaing di barisan depan sebenarnya telah terbukti, tetapi masalah konsistensi sejak pertengahan musim memicu ekspektasi tinggi yang berujung pada beban psikologis tersendiri.

Ketatnya persaingan di level kejuaraan dunia menuntut level ketahanan mental yang tidak main-main karena selisih waktu sepersepuluh detik saja bisa mengubah segalanya. Situasi pelik tersebut terlihat nyata ketika insiden kecil dengan Joel Kelso di lap pemungkas serta tambahan penalti tiga detik harus diterimanya di garis finis.

Tambahan dua angka dari Sirkuit Mandalika membuat sang rider kini mengantongi total 107 poin dan bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara. Tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata saat Zulfahmi Khairuddin mendampingi anak didiknya menatap seri lanjutan di Moto3 Australia pada 22-25 Oktober mendatang.