Panggung akbar El Clasico akhir pekan ini di Spotify Camp Nou akan menyajikan ujian berat bagi lini pertahanan Barcelona. Pelatih kepala Hansi Flick dengan tegas menyatakan bahwa kunci utama untuk meredam ketajaman mesin gol Real Madrid terletak pada kedisiplinan posisi dan kerja keras tanpa bola dari seluruh skuad Blaugrana.

Blaugrana menatap laga sarat gengsi ini dengan catatan sembilan kemenangan beruntun di kancah La Liga musim ini. Kemenangan atas Los Blancos tidak hanya akan memperlebar jarak keunggulan menjadi sembilan poin di puncak klasemen sementara, tetapi juga memecahkan rekor start terbaik Liga Spanyol yang sebelumnya dipegang oleh Madrid sejak musim 1968-1969. Namun, ancaman nyata hadir dari bintang Prancis penyerang lawan yang telah mengemas 12 gol dari 12 penampilan.

Menanggapi ancaman tersebut, Flick menekankan pentingnya menjaga kekompakan lini belakang ketika menerapkan strategi garis pertahanan tinggi. "Bagi kami, yang terpenting adalah penempatan posisi kami, saat melawan bola maupun saat menguasai bola," ujar pelatih asal Jerman itu dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia menambahkan bahwa koordinasi yang rapat antarpemain akan sangat memudahkan barisan pertahanan untuk menetralkan pergerakan berbahaya sang penyerang di lini depan.

Kendati lini serang Barcelona tampil beringas dengan menggelontorkan 50 gol dari 12 pertandingan, kerentanan di sektor belakang masih menjadi sorotan setelah kebobolan 15 kali, termasuk kekalahan 4-1 dari Paris Saint-Germain tengah pekan lalu. Situasi kian pelik karena badai cedera menepi sejumlah pilar seperti Eric Garcia, Jules Kounde, Andreas Christensen, dan Dani Olmo. Flick diprediksi kembali mengandalkan kuartet muda di lini belakang yang diisi oleh Pau Cubarsi dan Gerard Martin, yang menurut sang pelatih tampil luar biasa sepanjang musim.

Selain mengantisipasi kecepatan transisi lawan, Blaugrana juga telah mamasang kuda-kuda untuk meredam keunggulan bola mati Real Madrid yang diasuh oleh pelatih berpengalaman. Flick mengakui timnya telah melakukan evaluasi total dan latihan khusus guna memperbaiki kelemahan saat mengantisipasi set-piece yang sempat menjadi momok di Paris. Duel akbar ini bukan sekadar perebutan tiga angka di tangga klasemen, melainkan pertarungan harga diri yang disaksikan oleh jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia.