Wacana Harry Kane menjajal kompetisi American Football di NFL ternyata mendapat sorotan menarik dari kicker profesional. Bintang Bayern Munich tersebut sebelumnya sempat melontarkan ambisi untuk merumput di NFL suatu saat nanti, bahkan berencana mengombinasikannya dengan bermain di MLS. Gagasan unik kapten Timnas Inggris ini langsung memancing tanggapan dari penendang jitu Jacksonville Jaguars, Cam Little, yang meyakini bahwa sang penyerang tajam memiliki kapasitas teknik yang mumpuni.

Dilansir dari ESPN FC, Little menilai bahwa tantangan terbesar bagi Kane bukanlah pada aspek teknis atau kemampuan menendang bola. Sebagai pencetak gol ulung di lapangan hijau, teknik sepakan Kane dinilai sudah lebih dari cukup untuk menjadi seorang kicker di NFL. Namun, kendala paling berat bagi peraih Sepatu Emas Eropa itu justru terletak pada faktor kultural serta mentalitas bermain yang sangat kontras jika dibandingkan dengan sepak bola konvensional.

Jika di lapangan hijau seorang striker selalu terlibat aktif selama 90 menit penuh, peran di NFL menuntut kesabaran ekstra untuk duduk di bangku cadangan. Little mengibaratkan tugas seorang kicker seperti melakukan beberapa kali eksekusi bola mati dalam sehari, di mana kegagalan sekecil apa pun akan langsung berakibat fatal bagi tim. Ego dan peran bintang lapangan harus diredam demi menyerahkan pekerjaan fisik berat kepada rekan-rekan setim lainnya.

Wawasan ini tentu bukan isapan jempol belaka mengingat perjalanan karier Little sendiri. Pemuda asal Oklahoma yang mengidolakan legenda Manchester United, Wayne Rooney, ini dulunya juga merupakan seorang gelandang sebelum alih profesi. Namanya kini melambung setelah sukses mengeksekusi field goal jarak jauh 57 yard yang memastikan kemenangan dramatis timnya atas Philadelphia Eagles di Tottenham Hotspur Stadium.

Terlepas dari perdebatan apakah Kane benar-benar akan menyeberang ke American Football di pengujung kariernya, fokus sang penyerang saat ini tentu masih tercurah di level tertinggi sepak bola Eropa. Sementara itu, dunia olahraga terus dibuat kagum dengan bagaimana bakat menendang bola bisa melintasi batas dua budaya olahraga yang sangat berbeda antara daratan Eropa dan Amerika.