Malam penghargaan Ballon d'Or kali ini terasa sangat spesial karena untuk pertama kalinya digelar di London, Inggris, alih-alih Paris, guna memperingati hari ulang tahun ke-70 sejak Stanley Matthews menyabet trofi perdana pada 1956. Di tanah kelahiran sang penyerang, Harry Kane dipastikan hadir langsung dengan membawa rombongan besar serta mendirikan markas tak jauh dari Palladium Theatre. Suasana optimistis begitu terasa di kubu penyerang tim nasional Inggris tersebut setelah ia baru saja mengantar Bayern Munich meraih kemenangan penting atas Freiburg di ajang domestik.

Dilansir dari Marca, keyakinan kubu Die Roten melambung tinggi menyusul performa luar biasa sang penyerang sepanjang musim ini yang sukses memborong Sepatu Emas berkat catatan fantastis 73 gol di semua kompetisi. CEO Bayern Munich, Jan-Christian Dreesen, secara terbuka menyatakan bahwa klub akan merasa sangat bangga dan bahagia jika mesin gol utama mereka tersebut akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia tahun ini setelah memimpin tim meraih treble gelar domestik.

Di sisi lain, perburuan gelar individu paling bergengsi sejagat ini dinilai sebagai salah satu edisi yang paling sulit ditebak dalam sejarah, namun kans sang bomber Inggris dianggap sebagai yang paling minim celah dibanding para pesaingnya. Selain dominasinya di level klub, ia juga sukses membawa negaranya menembus babak semifinal Piala Dunia, sebuah pencapaian masif yang memperkuat argumen kuat para pendukungnya di malam gala.

Sementara itu, situasi berbeda justru datang dari kubu sang legenda Lionel Messi yang dipastikan tidak akan menampakkan batang hidungnya di ibu kota Inggris tersebut meskipun sempat memunculkan berbagai rumor terkait kehadirannya untuk menyerahkan sebuah trofi. Jadwal padat yang harus dilalui peraih delapan kali Ballon d'Or itu usai membela Inter Miami di New York serta menghadiri ajang penghargaan bergengsi di Spanyol membuat perjalanan ke London harus ditiadakan.

Meskipun namanya masih masuk dalam jajaran kontender kuat berkat penampilan impresifnya di panggung internasional, sang bintang asal Argentina memilih untuk fokus beristirahat di tengah kesibukan turnamen. Ketidakhadiran sosok ikonik tersebut tentu memberikan panggung utama yang semakin terang bagi para wajah baru yang siap mencatatkan sejarah emas di dunia sepak bola.