Waktu terus berjalan di Hampden Park, menghadirkan debar yang begitu akrab bagi pendukung Hibernian. Trauma gol-gol krusial di pengujung laga dari rival sekota, Hearts, musim lalu sempat membayangi benak suporter yang menyaksikan tim kesayangan mereka berjuang mempertahankan keunggulan tipis 2-1 hingga menit-menit akhir. Pertarungan sengit babak semifinal League Cup ini menyajikan drama tingkat tinggi, terutama ketika Claudio Braga mendapatkan peluang emas di ambang waktu bubar yang nyaris memupus impian pendukung setia yang memadati stadion.
Namun, takdir berkata lain di bawah arahan manajer Marink Reedijk. Kegagalan Braga memanfaatkan peluang matang di depan gawang menjadi momen kelepasan bagi Hibs dari kutukan gol-gol telat yang kerap menghancurkan mental bertanding mereka musim ini. Sepanjang jalannya laga, skuad berjuluk The Cabbies ini tampil penuh determinasi meski sempat tertinggal lebih dulu lewat tandukan jarak dekat Braga pada awal pertandingan yang memanfaatkan celah lini belakang.
Kebangkitan Hibs ditandai oleh aksi cemerlang di lini tengah yang digalang oleh para pemain berpengalaman mereka. Tekanan ketat dan organisasi permainan yang disiplin berbuah manis jelang turun minum, di mana gol dari Martin Boyle dan Jamie McGrath sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1. Keunggulan tersebut merupakan momen langka di mana Hibs mampu mencetak dua gol ke gawang lawan dari kasta tertinggi kompetisi domestik sejak bulan Agustus lalu, menunjukkan potensi tersembunyi dari tim yang kini masih berjuang di papan bawah klasemen.
Di paruh kedua, Hearts yang didera badai cedera pemain mencoba bangkit dan menggempur pertahanan Hibs habis-habisan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan melalui lini serang mereka, memaksa barisan pertahanan Hibs bekerja ekstra keras dan beberapa kali kehilangan penguasaan bola akibat kepanikan. Meskipun demikian, keunggulan tipis tersebut berhasil dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi, menyudahi rekor buruk atas rival sekota sekaligus mengantar mereka menembus partai puncak menghadapi Rangers.
Kemenangan dramatis ini diharapkan mampu menjadi titik balik kebangkitan bagi Hibernian di sisa musim kompetisi berjalan. Posisi mereka yang saat ini terbenam di dasar klasemen liga tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang pelatih untuk mentransformasikan mentalitas kemenangan di panggung piala ke kompetisi reguler. Lantunan lagu kebanggaan suporter yang bergema di Hampden Park malam itu menjadi bukti sahih bahwa semangat juang tim asal Edinburgh ini belum sepenuhnya padam.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang