Kompetisi sepak bola Persija Jakarta dan klub-klub peserta lainnya kini berada di bawah bayang-bayang hukuman ekstrem setelah operator liga mengambil sikap tegas. Persita Tangerang yang sebelumnya terlibat dalam duel panas akhir pekan lalu turut menjadi sorotan atas insiden yang mencoreng jalannya pertandingan. Ketegangan di tribune stadion memaksa pihak otoritas bertindak tanpa kompromi demi menjaga keselamatan penonton.

CEO I.League Ferry Paulus secara terbuka menegaskan bahwa sanksi berat menanti setiap individu maupun kelompok yang terbukti melakukan pelanggaran berulang. Keputusan ini lahir sebagai respon langsung atas kericuhan suporter yang pecah di Banten International Stadium. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10), ia menyatakan bahwa Komdis tidak akan ragu melipatgandakan hukuman bagi pelaku kerusuhan yang sama.

Puncak dari ketegangan tersebut bermula dari insiden pencopotan spanduk kelompok suporter tim tamu oleh oknum tak dikenal pada babak pertama. Situasi panas di tribune membuat laga sempat terhenti sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dan dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor tipis 3-2. Ekor dari keributan ini langsung menghantam klub ibu kota dengan berbagai hukuman disiplin yang cukup memberatkan finansial manajemen.

Komite Disiplin menjatuhkan sanksi larangan menonton hingga pertengahan musim bagi oknum suporter bermasalah, ditambah kewajiban absen dalam laga tandang berikutnya. Tidak tanggung-tanggung, denda total mencapai Rp90 juta juga harus dibayarkan akibat ulah pendukung yang membakar petasan serta flare di dalam arena pertandingan. Jika pola pelanggaran serupa terus berulang, ancaman larangan seumur hidup bakal segera dieksekusi nyata oleh operator kompetisi.