Kemenangan penting Liverpool atas Brentford dengan skor 2-1 diwarnai cerita kontras di ruang ganti. Di satu sisi, pelatih Andoni Iraola semringah karena timnya sukses mengamankan tiga poin penuh di markas lawan. Namun, di sisi lain, bayang-bayang kecemasan menyelimuti skuad setelah dua penggawa penting mereka harus ditarik keluar akibat cedera parah.

Pertandingan di kandang Brentford berjalan sangat panas sejak peluit awal dibunyikan. Dominic Szoboszlai terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat pada babak pertama. Nasib sial juga menimpa Jeremie Frimpong yang baru masuk sebagai pemain pengganti di paruh kedua, namun hanya mampu bertahan selama lima menit sebelum harus berjalan pincang meninggalkan lapangan hijau.

"Kami berada dalam situasi yang sangat pelik," ujar Iraola mengeluhkan jadwal padat usai melakoni laga Champions League larut malam. Pelatih asal Spanyol itu mengonfirmasi bahwa cedera Szoboszlai merupakan kambuhan dari masalah sebelumnya, sementara cedera yang dialami Frimpong merupakan problem baru yang akan membuat keduanya harus absen dalam waktu cukup lama.

Selain masalah kebugaran pemain, jalannya laga juga memancing perdebatan sengit terkait keputusan VAR. Sang pengadil lapangan sempat menunjuk titik putih untuk keunggulan The Reds setelah Alexis Mac Allister dijatuhkan di kotak terlarang. Akan tetapi, VAR menganulir keputusan tersebut karena Dango Ouattara dinilai lebih dulu menyentuh bola secara bersih sebelum kontak terjadi.

"Situasi penalti itu, saya rasa itu bukan penalti dan VAR seharusnya tidak melakukan intervensi karena ada sentuhan bola yang jelas setelahnya," tegas Iraola mengomentari keputusan kontroversial tersebut. Meskipun sempat memprotes keputusan wasit, ia tetap memuji ketenangan anak asuhnya dalam membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan sembilan orang pemain hingga akhir laga.