Kabar mengejutkan datang dari penyerang Timnas Inggris, Ivan Toney, yang harus bersabar cukup lama untuk menyelesaikan masalah hukumnya di luar lapangan hijau. Berdasarkan proses peradilan di Southwark Crown Court, penyerang berusia 30 tahun tersebut dijadwalkan baru akan menjalani persidangan pada bulan Juni 2028 mendatang terkait dugaan kasus penyerangan di sebuah kelab malam di London.

Dalam sidang hari Kamis, mantan bomber Brentford ini secara resmi telah menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan menyerang seorang pria bernama Saber Da Silva. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sebuah lokasi hiburan malam yang terletak di Wardour Street, Soho, pada tanggal 6 Desember 2025 lalu, yang kemudian berujung pada investigasi mendalam oleh pihak Kepolisian Metropolitan.

Hakim Christopher Hehir secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada sang pemain atas penundaan yang sangat panjang ini. Dalam keterangannya yang dilansir dari BBC Sport, sang hakim menjelaskan bahwa pengadilan mahkota saat ini sedang beroperasi di bawah tekanan besar akibat tumpukan kasus yang sangat masif karena berbagai alasan operasional internal.

Toney, yang sempat memperkuat Timnas Inggris di ajang Piala Dunia musim panas lalu, dituduh melakukan tindakan kekerasan berupa pukulan dan tandukan dalam konfrontasi tersebut. Setelah menjalani sidang pendahuluan di mana ia memilih bungkam untuk mengaku bersalah, sang pemain langsung diberikan izin bebas dengan jaminan tanpa syarat.

Situasi pelik ini tentu menjadi ujian mental tersendiri bagi sang penyerang di tengah ketatnya persaingan karier sepak bolanya. Publik kini hanya bisa menunggu bagaimana proses hukum panjang ini akan bergulir di pengadilan hingga keputusan final benar-benar diketok oleh majelis hakim pada beberapa tahun ke depan.