Gelandang Tottenham Hotspur, James Maddison, mengungkapkan bahwa keluarganya menjadi penopang utama saat ia menjalani masa pemulihan dari cedera panjang. Dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport, pemain berusia 27 tahun itu bercerita tentang bagaimana kehadiran kelima anaknya yang berusia di bawah lima tahun menjadi distraksi positif di tengah proses rehabilitasi yang melelahkan.
Maddison, yang baru kembali merumput untuk Tottenham setelah absen beberapa bulan, mengaku bahwa masa cedera adalah ujian mental terbesar dalam kariernya. “Cedera itu sulit, tapi memiliki lima anak kecil di rumah membuat saya tidak punya waktu untuk larut dalam kesedihan. Mereka adalah alasan saya tetap tersenyum setiap hari,” ujarnya. Kehadiran anak-anaknya juga membantu menjaga ritme hidupnya tetap normal, jauh dari tekanan sebagai pesepakbola profesional.
Selain keluarga, Maddison juga menyoroti peran penting pelatih kepala Tottenham, Roberto de Zerbi, dalam proses pemulihannya. Meski belum lama bekerja sama, de Zerbi dinilai memberikan pendekatan personal yang membuat Maddison merasa didukung penuh. “Dia sering berbicara dengan saya, memastikan saya tetap terhubung dengan tim, dan itu sangat berarti,” tambahnya. De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang teliti dalam aspek mental pemain, dan hal itu terasa nyata bagi Maddison.
Kembalinya Maddison ke skuad utama Tottenham memberikan angin segar bagi lini tengah Spurs yang sebelumnya kehilangan kreativitas. Sebelum cedera, Maddison tercatat sebagai pengumpan kunci dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan. Kehadirannya diharapkan mampu mengangkat performa tim yang sempat terseok-seok di klasemen Premier League. Tottenham kini membutuhkan konsistensi untuk bersaing di papan atas, dan Maddison menjadi salah satu kunci kebangkitan tersebut.
Wawancara lengkap bersama James Maddison dapat disaksikan di BBC iPlayer. Kisah perjuangannya melawan cedera menjadi inspirasi, tidak hanya bagi penggemar Tottenham, tetapi juga bagi siapa pun yang sedang menghadapi masa sulit. Maddison membuktikan bahwa dukungan keluarga dan ketekunan adalah fondasi utama untuk bangkit dari keterpurukan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang