Kiper James Trafford baru-baru ini membuka suara mengenai masa-masa sulitnya ketika berseragam Manchester City musim lalu. Pemain berusia 24 tahun tersebut mengakui bahwa tidak mendapat kesempatan bermain reguler memberikan dampak buruk bagi kesehatan mentalnya, bahkan menyebut situasi itu sebagai pengalaman yang sangat mengerikan bagi kariernya di level tertinggi.

Situasi pelik tersebut bermula ketika Manchester City mendatangkan kiper asal Italia, Gianluigi Donnarumma, dari Paris Saint-Germain hanya beberapa pekan setelah kepindahan Trafford kembali ke Etihad Stadium. Kedatangan Donnarumma membuat posisi utama di bawah mistar gawang langsung dikunci, sementara Trafford harus puas hanya mencatatkan satu kali penampilan lagi di Premier League setelah tiga laga awal musim.

Meski harus melewati hari-hari berat dengan sering menelepon keluarga serta rekan terdekat untuk meluapkan kekecewaan, Trafford tetap memetik sisi positif dari pengalamannya di bawah arahan pelatih Pep Guardiola. Ia sukses membantu tim meraih gelar League Cup dan FA Cup dengan tampil sebagai starter di kedua partai final Wembley, sebelum akhirnya memutuskan pindah demi menit bermain.

Pada musim panas lalu, Trafford resmi bergabung dengan Leeds United dengan nilai transfer yang mencatatkan rekor bagi penjaga gawang Inggris. Bersama skuad asuhan Daniel Farke, ia langsung menjadi pilihan utama dengan tampil di seluruh sembilan pertandingan Premier League musim ini serta mengamankan tiga catatan nirbobol yang membawa tim bertengger di papan tengah.

Performa apik di Elland Road ini sekaligus menghidupkan kembali ambisi besarnya untuk merebut posisi penjaga gawang nomor satu di tim nasional Inggris. Dengan konsistensi permainan dan menit bermain reguler yang kini didapatkannya, Trafford yakin impian tersebut berada dalam jangkauan setelah sebelumnya sempat menjadi bagian dari skuad Piala Dunia 2026.