Kanal sepak bola Inggris dihebohkan dengan permintaan maaf terbuka dari pengamat Jamie Carragher kepada manajemen serta pendukung Aston Villa. Mantan bek Liverpool tersebut mengakui bahwa pilihan kata yang ia gunakan dalam sebuah siniar beberapa waktu lalu sangat ceroboh dan keliru, setelah memicu ancaman langkah hukum dari klub asal Birmingham tersebut.
Badai kritik ini bermula ketika sang pandit membahas situasi manajer Unai Emery yang dikaitkan dengan kursi kepelatihan Manchester United. Dalam siniar Stick to Football, ia sempat melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa Aston Villa tidak akan pernah sejajar dengan Setan Merah, yang langsung dibalas oleh kemarahan suporter di tribun media sosial.
Ketua klub Nassef Sawiris tidak tinggal diam menghadapi komentar merendahkan tersebut dan langsung merilis pernyataan resmi terkait rencana gugatan hukum atas hinaan yang dinilai tidak dapat diterima. Tekanan hebat dari berbagai sudut membuat sang pandit televisi akhirnya mengambil langkah cepat untuk meredakan situasi panas yang kadung membakar hubungan kedua belah pihak.
Melalui akun media sosial pribadinya pada hari Sabtu, ia menegaskan bahwa celotehan kontroversial tersebut sejatinya hanya dimaksudkan sebagai candaan belaka tanpa niat serius. Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa penyampaian verbalnya gagal diterjemahkan dengan baik dan justru melukai harga diri publik Villa Park yang tengah menikmati tren performa luar biasa.
Di tengah tekanan performa pelatih Setan Merah yang sedang goyah awal musim ini, kualitas Unai Emery memang dipandang sebagai salah satu figur paling diidamkan klub-klub besar Eropa. Meski demikian, tensi panas antara pandit media dan klub Premier League ini menjadi pengingat bahwa batasan dalam mengulas dinamika antarklub tidak boleh melewati batas loyalitas suporter.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang