Perjalanan karier seorang Jonjo Shelvey di lapangan hijau tentu diwarnai berbagai tekel keras dan duel sengit. Namun, pertempuran terberat eks gelandang Liverpool dan Newcastle United ini justru terjadi di luar garis lapangan, ketika ia harus menghadapi ejekan suporter lawan terkait kondisi fisik yang dialaminya sejak usia muda.

Dilansir dari FourFourTwo, kondisi alopecia membuat sang gelandang kehilangan rambutnya dan kerap dijadikan sasaran tembak tribun penonton. Chant bernada ejekan yang menyamakannya dengan tokoh antagonis Harry Potter, Voldemort, menjadi menu makanan sehari-hari yang harus ia telan mentah-mentah saat bertandang ke markas lawan.

"Itu sangat sulit di masa muda, tetapi ini adalah sesuatu yang harus Anda pelajari untuk menghadapinya," ungkap Shelvey mengenang masa-masa sulitnya. Ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa mengubah takdir tubuhnya dan harus memilih antara bangkit atau hancur di bawah tekanan puluhan ribu suporter.

Mental baja akhirnya terbentuk setelah ia terbiasa mendengar koor ejekan dari 50.000 suporter yang meneriakkan namanya dengan nada cemoohan. Alih-alih meratap, ia memilih untuk melawannya lewat senyuman dan menerima keadaan, hingga akhirnya terbiasa mencukur habis rambutnya menjelang hari pertandingan tiba.

Kini, di balik memori pahit yang pernah mengoyak mentalnya dulu, ia melihat ada hikmah besar bagi generasi penerus. Shelvey berharap pengalamannya bisa menjadi pelindung bagi para pemain muda lain yang mungkin kelak mengalami nasib serupa di industri sepak bola modern.