Ada sebuah pemandangan menarik ketika wasit Paul Tierney meniup peluit akhir pertandingan Everton di Hill Dickinson Stadium. Gelandang senior Jordan Henderson langsung mendekati sang pengadil lapangan untuk memprotes keputusan tendangan gawang yang keliru. Sontak, Tierney mengubah keputusannya menjadi sepak pojok. Detail kecil ini merangkum betapa vitalnya kehadiran pemain tertua di Premier League tersebut bagi skuad muda Chelsea racikan pelatih Xabi Alonso.
Didatangkan secara gratis dari Brentford pada bursa transfer musim panas lalu, kepindahan Henderson awalnya sama sekali tidak dianggap sebagai sebuah langkah besar. Namun, situasi berubah drastis di tengah badai cedera yang menimpa kubu Stamford Bridge, termasuk absennya kapten Reece James selama tiga bulan akibat cedera lutut. Di usia 36 tahun dan 4 bulan, sang gelandang justru menjelma menjadi sosok yang tak tergantikan di lini tengah The Blues.
Kontribusi nyata pemain asal Inggris itu terlihat jelas saat mengawal lini tengah bersama Moisés Caicedo dalam kemenangan tandang atas Everton. Dilansir dari ESPN FC, statistik mencatat Henderson melakukan operan di sepertiga akhir lapangan terbanyak (20), sentuhan terbanyak (73), serta operan akurat terbanyak (58) dibanding pemain lain di atas lapangan. Kombinasi ketenangan dan kepemimpinannya memberikan fondasi solid bagi tim untuk mengamankan clean sheet pertama mereka di liga dalam 23 pertandingan terakhir.
Meskipun demikian, panggung utama pertandingan tetap menjadi milik Pedro Neto yang memborong dua gol kemenangan Chelsea. Gol pembuka dicetak penyerang asal Portugal itu hanya 45 detik setelah babak kedua dimulai, memanfaatkan kerja sama apik di lini depan. Ketajaman ini menegaskan kebiasaan baru skuad asuhan Alonso yang kerap mencetak gol cepat di awal babak, sebuah senjata mematikan dalam persaingan ketat papan atas.
Kemenangan tandang ini sedikit ternoda oleh insiden cedera horor yang menimpa penjaga gawang Emiliano Martinez. Kiper asal Argentina itu harus meninggalkan lapangan menggunakanこ tandu usai berbenturan keras dengan bek Everton, Jarrad Branthwaite, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Meski demikian, pelatih Xabi Alonso patut bernapas lega karena debutan muda Mike Penders mampu tampil sigap mengawal gawang hingga laga usai.
Setelah bertahun-tahun dilanda kekacauan dan inkonsistensi performa, kehadiran pemain-pemain berpengalaman terbukti mengubah mentalitas The Blues. Bersama kepemimpinan taktis di atas lapangan hijau, Chelsea perlahan mulai bertransformasi menjadi tim dewasa yang disegani lawan-lawannya musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang