Legenda hidup Kaka baru-baru ini melontarkan analisis menarik jelang duel panas Derby della Madonnina. Dilansir dari Football Italia, mantan playmaker lincah asal Brasil itu menilai mantan klubnya telah bertransformasi menjadi tim yang jauh lebih cair dan mengandalkan kolektivitas permainan.
Perubahan besar di skuad AC Milan terjadi setelah kepergian penyerang andalan mereka dalam beberapa musim terakhir. Manajemen klub memutuskan melepas sang bintang ke Galatasaray pada bursa transfer Agustus lalu dengan mahar sekitar Rp646 Juta. Kehilangan figur sentral tersebut sempat membuat publik San Siro cemas akan masa depan lini serang tim.
Namun, pergerakan transfer cerdas dilakukan klub dengan mendatangkan amunisi baru bernilai fantastis. Salah satu rekrutan termahal klub diboyong dengan menggelontorkan dana sekitar Rp1,2 Triliun untuk membajak penyerang tajam Gonçalo Ramos. Kehadiran wajah-wajah segar ini langsung mengubah orientasi taktik di bawah arahan pelatih Ruben Amorim yang kini lebih mengutamakan kerja sama tim.
Di mata Kaka, kekuatan utama Rossoneri saat ini bertumpu pada keseimbangan lini tengah yang digalang para pemain berpengalaman. Kehadiran otak permainan di lapangan masih menjadi motor penggerak utama yang mengatur tempo laga, didukung penuh oleh kehadiran gelandang pekerja keras di sektor vital. Kombinasi pemain senior dan predator haus gol di lini depan membuat wajah tim jauh lebih kompetitif.
Meski demikian, perjalanan musim ini tentu tidak semulus jalur tol bagi skuad asuhan Ruben Amorim yang masih berjuang di papan atas. Tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 18 poin, jarak AC Milan terpaut cukup jauh dari rival sekota mereka, Inter Milan. Tantangan berat ini menuntut konsistensi tinggi jika mereka ingin kembali berlaga di panggung elite Liga Champions musim depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang