Keputusan kontroversial yang sempat mengguncang jalannya laga akhirnya menemui titik terang setelah banding yang diajukan membuahkan hasil. Bek Brighton & Hove Albion, Pascal Struijk, dipastikan bebas dari sanksi larangan bertanding menyusul suksesnya klaim kartu merah keliru yang ia terima. Sebelumnya, sang pemain diusir keluar lapangan oleh wasit Thomas Bramall pada menit ke-57 dalam kemenangan tandang atas Sunderland di Stadium of Light.

Insiden bermula ketika Struijk dianggap melakukan pelanggaran kepada penyerang lawan, Wilson Isidor, yang tengah mengejar umpan terobosan matang. Menariknya, wasit utama maupun hakim garis sama sekali tidak meniup peluit tanda pelanggaran di lapangan. Namun, intervensi dari VAR yang digawangi Neil Davies memaksa wasit meninjau ulang insiden tersebut melalui layar monitor di pinggir lapangan.

Setelah melihat tayangan ulang berulang kali, wasit akhirnya mencabut kartu merah langsung dengan dalih menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas. Keputusan tersebut langsung memicu ketidakpercayaan dari para pemain Brighton di atas lapangan hijau. Beruntung, meski harus bermain dengan 10 orang akibat keputusan kontroversial tersebut, The Seagulls tetap mampu mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0.

Pencabutan sanksi ini membawa angin segar bagi lini pertahanan tim asuhan pelatih Fabian Huerzeler jelang pekan sibuk kompetisi Premier League. Pemain yang didatangkan dari Leeds United seharga sekitar Rp400 Miliar pada bursa transfer musim panas ini terbebas dari hukuman satu laga otomatis. Alhasil, ia dipastikan bisa turun memperkuat tim saat menghadapi Crystal Palace akhir pekan ini.

Tambahan tiga poin dari markas Sunderland menjaga tren positif klub di papan atas klasemen sementara Liga Inggris musim ini. Berdasarkan laporan dari BBC Sport, Brighton kini kokoh bertengger di peringkat ketiga, terpaut lima angka di belakang sang pemuncak takhta, Manchester City, dan siap melanjutkan momentum positif mereka.