Suasana di ruang ganti Manchester United kini jauh berbeda dibandingkan bulan lalu, saat mereka bersiap menyambut laga derby panas menghadapi pemuncak klasemen sementara Women's Super League, Manchester City. Sempat melalui tiga pertandingan awal musim tanpa kemenangan dan dilanda krisis kepercayaan diri, skuad asuhan pelatih anyar Eva Olid kini justru mampu mencatatkan enam kemenangan beruntun di semua ajang kompetitif.

Badai kritik sempat menghantam skuad Setan Merah setelah kesulitan beradaptasi dengan filosofi baru sang juru taktik yang menuntut penguasaan bola tinggi serta gaya bermain berisiko. Kekalahan telak dari London City Lionesses dan Chelsea menjadi titik nadir ketika mereka minim peluang dan tumpul di lini serang. Sadar timnya memikul beban terlalu berat, Eva Olid akhirnya mengambil langkah pragmatis dengan mengembalikan fondasi permainan lama yang lebih solid secara defensif.

Keputusan kembali ke identitas lama terbukti manjur ketika mereka sukses menahan imbang Arsenal di Stadion Emirates. Hasil tersebut menjadi katalisator kebangkitan Manchester United, yang kemudian menyapu bersih sembilan poin maksimal dari tiga laga berikutnya di liga. Statistik mencatat lonjakan performa yang drastis, mulai dari jumlah operan sukses di sepertiga akhir lapangan hingga ketajaman lini depan yang melipatgandakan jumlah tembakan ke gawang lawan.

Selain perbaikan taktik di atas lapangan, titik balik kesuksesan ini juga tidak lepas dari evaluasi internal serta diskusi jujur antar pemain usai kekalahan memalukan dari Chelsea. Momen jeda internasional dimanfaatkan dengan sangat baik oleh staf pelatih untuk memperkuat koneksi tim dan merapikan struktur peran di balik layar. Kehadiran staf pelatih baru seperti Jose Herrera dan Gavin Beith turut memberikan stabilitas ekstra bagi skuad asuhan Eva Olid dalam menatap sisa musim.

Dampak positif dari kebangkitan ini langsung dirasakan oleh para pemain kunci, termasuk Ella Toone yang sempat kehilangan tempat di Timnas Inggris akibat performa awal musim yang angin-anginan. Kini, dengan modal enam kemenangan beruntun dan energi baru dari para pilar timnas seperti sang kapten Maya le Tissier, Setan Merah siap menguji konsistensi mereka demi memangkas selisih delapan poin dari sang rival sekota di papan atas klasemen.