Angin segar akhirnya berhembus kencang ke kubu Tottenham Hotspur setelah melalui lorong gelap dalam beberapa musim terakhir. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas tuan rumah Chelsea di Stamford Bridge membawa skuad asuhan Roberto de Zerbi merangsek naik ke peringkat ke-12 klasemen sementara Premier League. Posisi tertinggi yang mampu mereka cicipi sejak awal Januari lalu.

Hasil manis ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari perubahan kultur tim dan mentalitas bertanding yang ditanamkan sang pelatih. Gol bunuh diri kiper lawan serta kartu merah yang diterima Cole Palmer memang turut membantu, namun dominasi penguasaan bola hingga 68 persen menunjukkan kapasitas permainan yang sesungguhnya di markas sang rival London.

Kontribusi masif datang dari para pemain bintang di atas lapangan, termasuk aksi gemilang James Maddison di lini tengah yang tampil penuh tipu muslihat. Sayangnya, kemenangan berharga ini harus dibayar sedikit mahal dengan potensi cedera pangkal paha yang kembali membekap Maddison jelang pekan-pekan sibuk berikutnya.

Di sisi sayap, penampilan luar biasa diperlihatkan oleh Mathys Tel yang sukses mencetak gol penentu lewat aksi solo run memukau. Pemain muda asal Prancis tersebut seolah membungkam segala kritik pedas yang sempat dialamatkan kepadanya sejak kepindahannya dari Bayern Munchen senilai sekitar Rp600 Miliar pada bursa transfer musim panas lalu.

Tren positif ini semakin dipertegas oleh kontribusi para rekrutan anyar musim panas yang diboyong dengan total belanja mencapai lebih dari Rp6 Triliun untuk merestorasi kejayaan klub. Nama-nama seperti Sandro Tonali dan Matheus Fernandes mulai menunjukkan tajinya sebagai fondasi kokoh skuad asuhan De Zerbi dalam memburu hasil positif secara konsisten.