Dunia sepak bola modern tidak hanya soal adu taktik di atas lapangan hijau, tetapi juga merembet hingga ke ranah digital seperti Fantasy Premier League. Kebocoran informasi internal Chelsea baru-baru ini kembali mencuat setelah absennya Joao Pedro secara mengejutkan saat menghadapi Tottenham Hotspur. Pelatih kepala Chelsea tampak terkejut ketika dicecar pertanyaan awak media mengenai rumor cedera sang striker yang lebih dulu tersebar melalui gim virtual populer tersebut.
Fenomena ini bermula ketika para pegiat gim menebak perubahan skuad melalui aktivitas akun yang diduga kuat milik kerabat pemain. Dalam kasus ini, pemantau gim mendapati saudara dari penyerang Chelsea menjual Joao Pedro dan memasukkan nama lain tepat sebelum tenggat waktu transfer. Informasi tersebut langsung viral di media sosial, membuat jutaan manajer gim harus merugi karena telanjur memilih sang penyerang sebagai kapten tim mereka di pekan pertandingan.
Dilansir dari BBC Sport, celah informasi ini terbuka karena papan peringkat gim bersifat publik sehingga siapa saja dapat menelusuri aktivitas akun tertentu. Isu serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi di kompetisi Premier League. Sebelumnya, beberapa manajer top dunia sempat melontarkan kritik keras terhadap kebocoran taktik melalui aktivitas digital semacam ini yang dianggap mencederai profesionalisme klub peserta liga.
Klub-klub besar sejatinya telah memperketat pengamanan di area latihan serta memberikan peringatan kepada para pemain agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi internal. Kendati demikian, mengawasi gerak-gerik serta aktivitas digital dari rekan terdekat maupun anggota keluarga pemain tetap menjadi pekerjaan rumah yang sangat sulit dikontrol sepenuhnya oleh manajemen klub.
Hingga saat ini, belum ada regulasi resmi tingkat liga yang melarang orang-orang di dalam industri sepak bola untuk berpartisipasi dalam permainan virtual tersebut. Otoritas liga sepenuhnya menyerahkan penanganan masalah ini kepada kebijaksanaan internal masing-masing klub, membuat celah kebocoran informasi taktis masih berpotensi terulang kembali di masa mendatang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang